Tren Korupsi Dan Keracunan, Ribuan SPPG di Sumut Belum Bersertifikat Higienis Syarat Keamanan Pangan Dan Tak Miliki IPAL

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalahceo.id l Medan – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyoroti perlunya penguatan tata kelola penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya terkait pemenuhan standar higiene sanitasi dan mekanisme pengawasan operasional, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara aman dan akuntabel.

Dalam kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Medan pada 17 Juni 2026, Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Syafrida Rachmawati Rasahan didampingi Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Herdensi Adnin diterima oleh Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Medan, Donal Simanjuntak.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Medan, Donal Simanjuntak menyampaikan bahwa dari total 1.570 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 1.056 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengajukan permohonan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Akan tetapi, dari jumlah yang mengajukan permohonan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baru 775 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memperoleh penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Syafrida Rachmawati Rasahan, menegaskan bahwa pemenuhan standar kesehatan dan keamanan pangan merupakan aspek mendasar dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Program yang menyangkut konsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, harus ditopang dengan kepastian bahwa seluruh aspek keamanan pangan telah dipenuhi. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen perlindungan bagi masyarakat yang menerima layanan,” katanya, Selasa (23/06/2026).

Selain itu, Ombudsman juga menemukan bahwa hingga saat ini belum tersedia prosedur operasional baku (SOP) yang rinci mengenai mekanisme penghentian sementara (suspend) maupun pembukaan kembali operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah terjadi insiden, termasuk dugaan keracunan pangan.

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Medan mengakui bahwa dalam praktiknya, penghentian sementara operasional dilakukan sampai terdapat perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan setempat.

Namun demikian, belum terdapat mekanisme yang mengatur validasi atau uji kelayakan secara formal sebelum suatu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diizinkan kembali beroperasi.

Menurut Syafrida, kondisi tersebut perlu segera menjadi perhatian agar terdapat kepastian prosedur dan mitigasi risiko yang jelas.

“Setiap penghentian maupun pembukaan kembali layanan harus didasarkan pada prosedur yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, jangan sampai terkesan hanya membebankan kepada Dinas Kesehatan. Standar tersebut penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi penyelenggara layanan,” tegasnya, Selasa (23/06/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Herdensi Adnin menambahkan bahwa aspek responsivitas terhadap pengaduan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Ombudsman menerima informasi mengenai adanya pengaduan warga terkait rencana pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kompleks perumahan yang dinilai belum memperoleh tanggapan dari pihak terkait. Menindaklanjuti hal tersebut, Ombudsman bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) melakukan pemantauan langsung ke lokasi yang menjadi objek pengaduan.

Dalam dialog dengan masyarakat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan meminta agar rencana pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipindahkan ke lokasi lain. Mengingat dapur tersebut masih berada pada tahap persiapan dan belum beroperasi, relokasi dinilai masih memungkinkan untuk dilakukan.

Herdensi Adnin menekankan pentingnya langkah penyelesaian yang mengedepankan komunikasi dengan masyarakat.

“Setiap pengaduan masyarakat perlu direspons secara cepat dan substantif. Kehadiran pemerintah bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi juga memastikan aspirasi warga didengar dan potensi konflik dapat dicegah sejak dini,” ucapnya, Selasa (23/06/2026).

Ombudsman Republik Indonesia berharap berbagai temuan dan masukan yang diperoleh dalam kunjungan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara layanan untuk memperkuat tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meningkatkan kepatuhan terhadap standar kesehatan, serta membangun sistem pengawasan yang lebih komprehensif demi menjamin kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Periksa Semua Lapas Se-Indonesia, Yakin Tidak Cuma Di Bogor, Maju Terus Ombudsman RI
Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi
Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan
Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI
Jelang Munas PA ITM , Masjid AL Iqra’ Gedung Arca Di Robohkan, New Reborn, Rebut Kembali ITM

LINI MASA

Jumat, 25 September 2026 - 10:15 WIB

Periksa Semua Lapas Se-Indonesia, Yakin Tidak Cuma Di Bogor, Maju Terus Ombudsman RI

Kamis, 24 September 2026 - 21:45 WIB

Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi

Kamis, 24 September 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota

Kamis, 24 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:35 WIB

Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan

TAJUK HARI INI