Medan Kota “Bocor”, PADnya Bocor, Pejabatnya Makin Kaya, Rakyatnya Tetap Miskin

- Reporter

Minggu, 28 September 2025 - 04:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajlahCeo.Id |  Medan – Dalam dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2025 yang telah disepakati, tercatat sejumlah perubahan signifikan. Pendapatan daerah berkurang sebesar Rp670,935 miliar (8,79%) sehingga menjadi Rp6,965 triliun lebih.

Berkurangnya pendapatan daerah sebesar Rp670,935 miliar (8,79%) mendapat tanggapan dari Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sunatera Utara.

Rahmadsyah mengatakan bahwa PAD Kota Medan mengalami kebocoran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyumbang PAD, seperti pajak reklame, retribusi parkir, retribusi sampah, PUD Pasar, PBG, pajak pajak lainnya banyak mengalami kebocoran sehingga terjadi penurunan Target PAD,” ungkapnya Minggu (28/9/2024)

Lanjut Rahmad mengatakan bahwa jangan sampai Kota Medan di juluki kota Bocor akibatnya banyaknya kebocoran PAD.

“Jangan sampai kota medan di juluki Kota Bocor, PAD Bocor, Rakyatmya Tetap Miskin Pejabatnya tambah kaya,” pungkasnya.

Sebelumnya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan melalui juru bicaranya Doli Indra Rangkuti menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P–APBD) Tahun Anggaran 2025, dalam sidang Paripurna yang dilaksanakan secara daring, Selasa (2/9/2025).

Dalam dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2025 yang telah disepakati, tercatat sejumlah perubahan signifikan. Pendapatan daerah berkurang sebesar Rp670,935 miliar (8,79%) sehingga menjadi Rp6,965 triliun lebih.

Sementara belanja juga berkurang Rp535,862 miliar (7,04%) menjadi Rp7,070 triliun.

Adapun pembiayaan netto bertambah Rp135,073 miliar (128,55%) menjadi Rp105,073 miliar lebih.
Menanggapi hal tersebut, Fraksi PKS mengajukan sejumlah pertanyaan kritis kepada Pemerintah Kota Medan.

Pertama, Fraksi PKS menyoroti penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp670,935 miliar.
“Kami mempertanyakan apa dasar penetapan target tersebut serta langkah dan strategi pemerintah dalam mencapainya. Jika tidak tercapai, tentu akan berdampak pada pengurangan belanja daerah,” ujar Doli.

Baca Juga :  Sumut Peringkat 1 Narkoba, Ada Apa? Segel Dibuka Demi Kepentingan Bisnis THM Imperium Lounge & KTV

Kedua, penurunan target pajak daerah dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu sebesar Rp49,5 miliar juga dipertanyakan.

Fraksi PKS berharap hal ini tidak mengurangi pelayanan publik, khususnya terkait penerangan lampu jalan yang berkaitan dengan keamanan warga.
Ketiga, Fraksi PKS mempertanyakan pengurangan belanja Dinas SDABMBK sebesar Rp756,265 miliar lebih, sementara belanja Dinas Perkim, Cipta Karya, dan Tata Ruang justru bertambah Rp127,991 miliar.

“Program apa yang dipangkas dan apa dasar pertimbangannya?” tanya Doli.

Selain itu, Fraksi PKS juga menyoroti beberapa persoalan penting, di antaranya, penanganan banjir di musim penghujan yang masih menjadi masalah di sejumlah titik Kota Medan.

Upaya menciptakan lapangan kerja baru di tengah meningkatnya angka pengangguran.
Langkah pemerintah menanggulangi kenaikan harga pangan dan nonpangan yang melemahkan daya beli masyarakat.

Peningkatan kinerja Perusahaan Umum Daerah (PUD) yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Evaluasi terhadap retribusi parkir tepi jalan umum yang diturunkan dari Rp150 miliar menjadi Rp25 miliar, padahal jumlah kendaraan bermotor di Kota Medan mencapai 2,7 juta unit.

Terakhir, Fraksi PKS juga menyoroti akomodasi terhadap pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dalam penyusunan P-APBD 2025. Menurutnya, banyak pokir DPRD yang dihapus dengan alasan efisiensi anggaran.

“Fraksi PKS minta penjelasan sejauh mana pokir DPRD dapat disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah, agar aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi,” tutup Doli.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 
Pemko Tanjungbalai Percepat Penyelarasan Program 3 Juta Rumah untuk MBR. 
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Pemko Tanjungbalai Sambut Kolaborasi Telkomsel Dorong Digitalisasi Sekolah.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 10:42 WIB

Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ

Rabu, 15 April 2026 - 06:08 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 

Rabu, 15 April 2026 - 06:06 WIB

Pemko Tanjungbalai Percepat Penyelarasan Program 3 Juta Rumah untuk MBR. 

Berita Terbaru