Cucu Senior PDIP Apresiasi Satpol PP Medan Kembalikan Tugu Apollo di Medan Yang Merupakan Cagar Budaya Dan Simbol Perjuangan Rakyat

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Pertempuran Medan Area merupakan salah satu pertempuran yang terjadi di Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Bukti dari pertempuran Medan Area adalah Tugu Apollo Medan yang dibangun sebagai simbol perjuangan.

Tugu Apollo Medan berada di Jalan Sutomo atau Jalan Veteran.

Tugu ini dibangun sebagai simbol perjuangan para laskar rakyat atau para pahlawan yang bertempur mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada pertempuran Medan Area.

Namun saat ini di temukan tugu Apollo ada delapan Keluarga yang menjadikan tugu Apollo sebagai tempat tinggal di temukan tempat tidur dan sampah berserakan.

Oleh Karena itu Satpol PP Kota Medan berupaya mengembalikan Tugu Apollo Medan yang dibangun sebagai simbol perjuangan.dengan cara melakukan penyegelan dan mengosongkan lokasi tersebut.

“Ya benar bang, sudah kita kosongkan dan segel dalam rangka mengembalikan Tugu Apollo sebagai simbol perjuangan dan cagar budaya Kota Medan,” ungkap M. Yunus Kasatpol PP Kota Medan melalui Kiki Zulfikar Sekretaris Satpol PP Kota Medan.

Terpisah Teuku Akbar Ketua Ormas Islam PISN Medan Petisah yang juga cucu senior PDIP Sumatera Utara mengatakan dirinya mengapresiasi Kasatpol PP Kota Medan yang telah mengembalikan Tugu Apollo Medan yang dibangun sebagai simbol perjuangan.dengan cara melakukan penyegelan dan mengosongkan lokasi tersebut.

“Kita Apresiasi langkah Kasatpol PP Kota Medan mengembalikan fungsi Tugu Apollo sebagai cagar budaya simbol perjuangan rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Sejarawan muda Kota Medan M Azis Rizky Lubis menjelaskan bahwa tugu ini sudah dibangun sekitar 50 tahun yang lalu. Tugu ini merupakan salah satu bukti dari perjuangan pertempuran Medan Area.

“Tugu Apollo ini adalah salah satu bukti ya dari beberapa bukti yang ditinggalkan dari pertempuran Medan Area, yang salah satunya itu selain Tugu Apollo ada Tugu Treves yang ada di wilayah Deli Serdang. Tugu Apollo ini sudah ada sekitar sejak 50 tahun yang lalu ya,” kata Azis Risky kepada detikSumut, beberapa waktu lalu.

BACA SELENGKAPNYA:  GEBUK KORUPSI Akan Demo Peralihan HGU PTPN II Bekala Jadi HGB PT. NDB Di Kejati Sumut

Pertempuran Medan Area, kata Azis, tidak kalah sengit dan dahsyat dibandingkan dengan Bandung Lautan Api. Karena pertempuran Medan Area salah satu pertempuran yang cukup lama dan memakan korban jiwa yang banyak.

“Kita ketahui pertempuran Medan Area itu sebenarnya lebih dahsyat dari Bandung Lautan Api dan pertempuran Ambarawa. Bahkan pertempuran itu cukup lama, tidak hanya setahun pertempuran itu dan banyak memakan korban jiwa,” ujarnya.

Namun, saat ini tugu tersebut tidaklah terlihat seperti simbol dari perjuangan laskar rakyat di Kota Medan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebab, saat detikSumut mencoba mendatangi dan melihat ke beberapa sisi, tugu simbol perjuangan itu ditempati para orang-orang kurang beruntung.

Terlihat pakaian bergantungan dan alas tempat tidur ada di dalam tugu tersebut. Tak hanya itu, beberapa bagian sisi tugu juga terlihat sudah berlumut. Memang tugu tersebut dikelilingi oleh pagar, namun saat ini beberapa bagian pagar itu telah hilang entah kemana.

Tempat tidur dan beristirahat para gelandangan atau orang yang kurang beruntung hidup di jalanan itu juga dibenarkan oleh seseorang pedagang yang sering duduk di taman Tugu Apollo itu. Ia mengatakan, para gelandangan itu bahkan menyimpan baju mereka dan tidur di dalam tugu tersebut.

“Tidur di sininya orang itu, bajunya dibawa ke dalam. Terkadang ada juga yang kalau nyuci baju di laundry mereka. Yang tidur situ mulai tukang parkir, anak-anak jalanan ini, bergantian itu setahu saya,” ucap Inur.

Kondisi bagian dalam Tugu Apollo dipenuhi baju
Kondisi bagian dalam Tugu Apollo dipenuhi baju Foto: Kondisi bagian dalam Tugu Apollo dipenuhi baju (Farid/detikSumut)
Baca juga:
Cerita Rakyat Putri Pandan Berduri Beserta Nilai Kearifan Lokalnya
Melihat hal itu, Azis Risky sangat menyayangkan hal tersebut. Seharusnya tugu yang menyimbolkan sebuah perjuangan harus bernasib seperti itu.

BACA SELENGKAPNYA:  Musyawarah Desa Perubahan APBDes Tahun 2025: Desa Masundung Menghadapi Perubahan

“Inikan merupakan simbol dari perjuangan bagi masyarakat di Kota Medan dan masyarakat Sumut yang berjuang untuk menghalangi Inggris dan sekutunya yang pada pada saat itu membawa Belanda melalui tentara NICA,” ujarnya.

“Kita sebagai masyarakat banyak yang tidak mengetahui tugu apa yang berdiri tegak di kawasan Sambu ini. Padahal tugu ini adalah bagian dari tempat tempat perjuangan rakyat atau laskar-laskar rakyat pada saat itu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui pertempuran Medan Area,” sambungnya.

Tugu Apollo yang seperti ditelantarkan, lanjut sejarawan Kota Medan itu, memang tidaklah sepenuhnya kesalahan dari pemerintah. Namun, ia menyebut karena masyarakat yang tidak mengetahui apa arti dari tugu tersebut sehingga mereka menjadikan tugu itu seperti tidak bernilai.

“Kemudian berkaitan dengan pemerintah yang seperti menelantarkan tugu ini sehingga menjadi tempat tempat peristirahatan bagi masyarakat yang kurang beruntung. Saya kira ini cukup riskan ya, tetapi kita juga tidak dapat berbuat banyak terutama pemerintah meskipun sudah memagari, memberikan perlindungan pada tugu tersebut, lagi lagi kesadaran kita sendiri terutama masyarakat yang kemudian sudah menurun dan berkurang,” ucapnya.

Baca juga:
Agama Pertama Suku Karo Ternyata ‘Pemena’, Dulu Disebut Parbegu
Akan tetapi ia mengatakan bahwa pemerintah haruslah memberikan penyegaran kembali terhadap tugu tersebut agar masyarakat bisa memahami simbol perjuangan pada tugu Apollo.

Program yang dimaksud oleh Azis seperti memberikan pengetahuan tempat bersejarah dan dijadikan tugu bersejarah sebagai tempat wisata agar bisa dikenali oleh masyarakat.

“Untuk itu ya saya kira, pemerintah Kota Medan melalui dinas terkait ini perlu memberikan penyegaran kembali. Kalau misalnya kita lihatnya beberapa tempat lain yang terjaga seperti di Monas dan sebagainya itu kan tentunnya memiliki pengamanan yang khusus ya. Tetapi kita lihat di kota Medan ini tugu yang bersejarah tidak ada pengamanan khusus karena memang tugu yang ada di Kota Medan memang tidak menjadi bagian destinasi wisata di Kota Medan,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Usai Menonton Pertandingan Perdana Timnas U-19 Indonesia Kalahkan Myanmar 3-0, Plh. Wali Kota Tanjungbalai Berharap Timnas Bisa Raih Juara AFF U-19 2026
Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dandim 0211/TT Bertindak sebagai Pembina Upacara
Kabel Provider Internet Semrawut dan Menjuntai di Jalan Halat Membahayakan Pengguna Jalan, Pemko Medan Jangan Tutup Mata
Pancasila Perekat Keberagaman dan Penguat Persatuan Bangsa
Hampir Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Pertalite Kosong Di SPBU Simpang Pemda Medan
Kepala BAZNAS Sukabumi Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila dan Peresmian Gedung Baru MUI
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Sukabumi Ajak Generasi Muda Bumikan Ideologi Bangsa
Lapangan Padel Menjamur Di Kota Medan, Namun Tak Miliki PBG, Pembiaran PAD “Bocor”?

Baca Juga

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:21 WIB

Usai Menonton Pertandingan Perdana Timnas U-19 Indonesia Kalahkan Myanmar 3-0, Plh. Wali Kota Tanjungbalai Berharap Timnas Bisa Raih Juara AFF U-19 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 23:03 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dandim 0211/TT Bertindak sebagai Pembina Upacara

Senin, 1 Juni 2026 - 21:52 WIB

Kabel Provider Internet Semrawut dan Menjuntai di Jalan Halat Membahayakan Pengguna Jalan, Pemko Medan Jangan Tutup Mata

Senin, 1 Juni 2026 - 21:27 WIB

Pancasila Perekat Keberagaman dan Penguat Persatuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 16:19 WIB

Kepala BAZNAS Sukabumi Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila dan Peresmian Gedung Baru MUI

Tajuk Populer