Warga Anggoli : Bertanya Apa Kaitan PT TBS dalam Bencana Longsor dan Banjir Di Garoga

- Reporter

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah, Sumatera Utara – Warga Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, menyangkal  keterlibatan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) dalam bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah tersebut,Selasa 16 Desember 2025.

Mereka menyatakan bahwa lokasi kebun PT TBS tidak mungkin menjadi sumber kayu yang terbawa banjir ke Sungai Garoga.

Ama Lea Ndraha,juga bapak napitupulu warga Anggoli, mengatakan, “Logika saja, lokasi PT TBS dan lahannya berada di sebelah kiri jalan ini. Sedangkan jalan ini merupakan bukit yang dulunya jalan menuju Pegunungan Tapian Nauli. Bagaimana mungkin lahan yang longsor dan membawa kayu kayu dari sebelah kiri kita ini ke arah kanan jalan ini?”

“Gak mungkin kayunya terbang melintasi gunung ini dan jatuh di sungai Garoga, kan?,” sambungnya.

Ndraha juga menjelaskan bahwa pemberian di media media yang menyebutkan kayu kayu dari pegunungan ini hanyut ke Sungai Garoga, itu tidak masuk akal.

Dirinya bisa memastikan bahwa pembukaan lahan oleh masyarakat di atas Gunung untuk keperluan menanam Karet dan durian. Bukan Sawit.

PT.TBS memang membuka lahan di Kilometer 6, namun posisinya bukan di hulu sungai Garoga, tapi di atas Desa Simanosor Kecamatan Sibabangun seluar 67 Ha.

“Ada memang Sawit PT, dan yang longsor juga ada, tapi itu Sawit Plasma. Dan bisa di cek , tidak ada kayu disana. Soalnya saat pembukaan lahan tersebut pake alat berat, kayunya dulu di tanam kedalam tanah, dan itu di atas,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa ada Gunung yang di babat, dan kayu kayunya sampai di sungai.

“Faktanya, kayu kayu yg di tebang do gunung sana, kayunya masih di sana,satu pun tidak ada yang longsor atau pun kayunya bergeser, masuk tetap di lokasi lahan itu, kalau gak yakin, bisa kita cek kesana, Pak !,” ujarnya pada awak media.

BACA SELENGKAPNYA:  Keluarga Besar PISN Medan Petisah Berduka, Pengurus Takziah Ke Rumah Duka Jalan Taruma

Monang Sitompul, warga Sibabangun lainnya, juga mempertanyakan keterlibatan PT TBS.

Kita sendiri bisa melihat dan menyaksikan sendiri, di mana Lokasi TBS dan lokasi sumber longsoran yang menghanyutkan kayu kayu ke Sungai Garoga Tapanuli Selatan.

“Yang seharusnya apabila longsor kan ke sungai Sibabangun di bawah sana. Kalau yang di Garoga itu saya kira dari Desa Muara dan Desa Sibio Bio,” ujarnya.

Kepala Desa Anggoli Oloan Pasaribu Kecamatan Sibabangun, Tapteng, juga mempertanyakan dasar penetapan TPS jadi sumber bencana banjir di Sungai Garoga.

“Jangan melakukan diskriminasi terhadap satu perusahaan saja, hanya untuk cari kambing hitam penyelidikan ini,” ungkapnya.

“Pihak penyidik Bareskrim polri yang turun ini juga mesti melihat fakta di lapangan, dimana titik longsor dan di mana posisi lahan TBS,” ungkapnya.

Seperti di beritakan media , bahwa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah memeriksa 16 orang karyawan PT TBS dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring pengembangan penyidikan.

Kemarin, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Dan saat ini , tim penyidik Bareskrim Polri berada di titik longsor gunung Tapian Nauli, yang berjarak kurang lebih 6 km dari Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tim yang yang turun ke lokasi ini ada 3 mobil di bantu personil Polres Tapsel yang di dampingi langsung oleh Kepala Desa Anggoli , Kepala Desa Simanosor dan masyarakat sekitar.

Tika Penyelidikan yang menggunakan mobil dinas plat merah ini sempat berhenti tidak mampu melakukan perjalanan ke arah gunung di kilo Meter 3, jalan licin dan lumpur yang lengkap membuat tim berjibaku melintasi masih berlangsung, dan penetapan tersangka akan diumumkan pada akhir pekan setelah penyidik merampungkan pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

PAD Bocor, Bapenda Kota Medan Jadi Sorotan Pansus PAD DPRD Kota Medan
Hadiri Perayaan Paskah Raya GAMKI Tapteng, GAMKI Sibolga dan NHKBP Distrik IX STN, Bupati Tapteng : Paskah Simbol Kebangkitan
Jelang May Day, Kapolrestabes Medan Pererat Silaturahmi Dengan Serikat Buruh
Duka Mendalam Bayi Meninggal: Diduga Oknum Dokter RSUD Pandan Lakukan Malpraktik
BK DPRD Medan Di Minta Periksa Wong Chun Shen, Rekomendasi Komisi 4 DPRD Medan Tidak Di Tanda Tangani
LSM Penjara Indonesia Kota Medan Mempertanyakan Foto Tunggal Walikota Tanpa Wakil Di Instagram Resmi Pemko Medan
Sungai Semakin Sempit Dan Dangkal, Proyek Pengendalian Banjir Abai K3, Kepala BWSS II Tak Becus Jaga Sungai
Perayaan Paskah Oikumene, Bupati Tapteng: Kita Harus Bangkit Kita adalah Pejuang Pemulihan
Berita ini 4 kali dibaca

Baca Juga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:50 WIB

PAD Bocor, Bapenda Kota Medan Jadi Sorotan Pansus PAD DPRD Kota Medan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:56 WIB

Hadiri Perayaan Paskah Raya GAMKI Tapteng, GAMKI Sibolga dan NHKBP Distrik IX STN, Bupati Tapteng : Paskah Simbol Kebangkitan

Rabu, 29 April 2026 - 17:08 WIB

Jelang May Day, Kapolrestabes Medan Pererat Silaturahmi Dengan Serikat Buruh

Rabu, 29 April 2026 - 15:04 WIB

Duka Mendalam Bayi Meninggal: Diduga Oknum Dokter RSUD Pandan Lakukan Malpraktik

Selasa, 28 April 2026 - 13:50 WIB

BK DPRD Medan Di Minta Periksa Wong Chun Shen, Rekomendasi Komisi 4 DPRD Medan Tidak Di Tanda Tangani

Tajuk Populer