Majalah CEO | Di alam yang melampaui batas waktu dan ruang, terjadi dialog yang mendalam antara Sang Pencipta dengan ruh yang Ia ciptakan. Dialog ini bukanlah pertukaran kata-kata seperti yang kita kenal di dunia fana, melainkan komunikasi yang bersifat ilahi, menyentuh inti eksistensi setiap ruh.
Awal Pertemuan
Ketika ruh pertama kali dibangkitkan dari sumber keesaan, Allah berfirman: “Hai ruh-Ku, aku telah menciptakanmu dari cahaya-Ku sendiri. Engkau adalah bagian dari-Ku yang tidak terpisahkan, namun diberikan kebebasan untuk mengenal dan mencintai.” Ruh dengan penuh kerendahan hati merespon: “Ya Tuhanku, aku hanya milik-Mu. Tunjukkanlah padaku jalan yang benar, agar aku tidak tersesat dalam kegelapan yang tidak Engkau ciptakan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentang Tugas dan Makna Hidup
Allah menjelaskan kepada ruh tentang tujuan penciptaannya: “Engkau akan diturunkan ke dunia yang penuh dengan ujian dan keindahan. Di sana, engkau akan mengalami cinta, kesusahan, kebahagiaan, dan pilihan. Setiap langkah yang engkau tempuh adalah cara untuk mengenal dirimu sendiri dan mengenal-Ku lebih dalam. Dunia itu bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat untuk mengasah hati dan jiwamu.”
Halaman : 1 2 Selanjutnya















