Ruh bertanya: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa tetap dekat dengan-Mu di tengah hiruk-pikuk dunia?” Allah menjawab: “Dengan mengingat-Ku dalam setiap napas, dengan berbuat kebaikan kepada sesama makhluk-Ku, dan dengan merenungi kebesaran ciptaan-Ku. Setiap kali engkau merasa terjatuh, ingatlah bahwa-Ku selalu siap menerima kembalimu dengan kasih yang tidak terbatas.”
Tentang Cinta dan Pengorbanan
“Apa itu cinta sejati, Ya Tuhanku?” tanya ruh. Allah menjawab: “Cinta sejati adalah mencintai apa yang-Ku cintai, dan mengasihi sesama dengan cara yang-Ku ajarkan. Ia tidak mengenal keegoisan atau keserakahan, melainkan penuh dengan pengorbanan dan pengertian. Cinta adalah jembatan yang menghubungkan engkau dengan-Ku dan dengan semua ciptaan-Ku.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruh merenungkan kata-kata itu, lalu berkata: “Aku khawatir tidak akan mampu menjalani semua ujian yang akan datang.” Allah dengan lembut berkata: “Aku tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuanmu. Setiap kesulitan ada hikmahnya, dan di balik setiap kegelapan selalu ada cahaya-Ku yang menuntun. Percayalah pada-Ku, karena-Ku tahu apa yang terbaik untukmu.”
Akhir Dialog
Sebelum ruh diturunkan ke dunia, Allah mengucapkan: “Ingatlah dialog ini, hai ruh-Ku. Kapan pun engkau merasa tersesat, dengarlah suara-Ku yang selalu ada dalam kedalaman hatimu. Aku akan selalu menunggu kembalimu ke sisi-Ku, sebagai hamba yang telah selesai menjalani perjalanannya.”
Ruh dengan penuh kesadaran dan keyakinan menjawab: “Terima kasih Ya Tuhanku atas kasih dan rahmat-Mu yang tak terhingga. Aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalani hidup dengan benar dan kembali kepada-Mu dengan hati yang bersih.”****
Halaman : 1 2















