Majalah CEO | Di tengah shalat, rasulullah ﷺ tiba-tiba maju ke depan seperti ingin mengambil sesuatu.
Lalu beliau mundur dengan ketakutan, sampai para sahabat terkejut melihatnya.
Terjadinya Gerhana Di Madinah
Kisah ini terjadi ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah ﷺ di Madinah. Saat itu masyarakat Arab masih memiliki keyakinan jahiliyah.
Mereka menganggap gerhana terjadi karena wafatnya seseorang yang besar.
Kebetulan pada hari itu putra Rasulullah ﷺ yang bernama Ibrahim bin Muhammad baru saja wafat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian orang berkata:
“Matahari gerhana karena wafatnya Ibrahim.”
Namun Rasulullah ﷺ segera meluruskan keyakinan itu. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu Rasulullah ﷺ segera menuju masjid dan memerintahkan kaum muslimin berkumpul untuk melaksanakan shalat gerhana.
Sholat Yang Sangat Panjang
Para sahabat berdiri di belakang Rasulullah ﷺ.
Hari itu suasana sangat berbeda.
Langit menjadi gelap. Angin terasa berubah. Manusia diliputi rasa takut.
Rasulullah ﷺ memulai shalat dengan bacaan yang sangat panjang.
Menurut riwayat sahih, beliau membaca Al-Qur’an sangat lama sampai para sahabat merasa kelelahan berdiri. Kemudian beliau rukuk sangat lama.
Lalu berdiri lagi lebih lama dari biasanya. Lalu rukuk kembali.
Sujud beliau pun sangat panjang.
Para sahabat belum pernah melihat shalat seperti itu sebelumnya.
Rasulullah ﷺ Melihat Surga
Di tengah shalat itulah Allah SWT memperlihatkan surga kepada Rasulullah ﷺ.
Tiba-tiba Rasulullah ﷺ melangkah maju.
Para sahabat melihat beliau seperti ingin meraih sesuatu di hadapannya.
Setelah shalat selesai, Rasulullah ﷺ menjelaskan:
“Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku surga. Aku melihat setangkai buah dari buah-buahannya. Seandainya aku mengambilnya, niscaya kalian dapat memakannya selama dunia masih ada.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan.!
Buah surga itu begitu dekat dengan beliau sampai Rasulullah ﷺ ingin mengambilnya untuk umatnya.
Namun Allah belum mengizinkannya.
Tentang kenikmatan surga, Allah SWT berfirman:
“Tidak seorang pun mengetahui berbagai kenikmatan yang menanti mereka yang menyejukkan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
— QS. As-Sajdah: 17
Allah juga berfirman:
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa; di sana ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya…”
— QS. Muhammad: 15
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
“Di dalam surga terdapat apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ Melihat Neraka
Namun setelah itu, Allah juga memperlihatkan neraka kepada beliau.
Saat melihatnya, Rasulullah ﷺ tiba-tiba mundur dengan sangat cepat.
Para sahabat melihat wajah beliau berubah.
Beliau tampak sangat takut.
Setelah shalat selesai, beliau bersabda:
“Dan diperlihatkan kepadaku neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Api neraka bergolak dahsyat.
Rasulullah ﷺ melihat berbagai bentuk azab. Dalam riwayat sahih, beliau melihat seorang wanita sedang diazab karena mengurung seekor kucing.
Beliau bersabda:
“Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung. Ia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ juga melihat kebanyakan penghuni neraka adalah para wanita yang kufur terhadap kebaikan suami mereka.
Beliau bersabda:
“Aku melihat neraka, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”
Para sahabat bertanya: “Karena mereka kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab:
“Mereka kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini bukan berarti semua wanita masuk neraka. Namun Rasulullah ﷺ sedang memperingatkan tentang dosa tersebut.
Tentang dahsyatnya neraka.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.”
— QS. An-Nisa: 56
Dan Allah juga berfirman:
“Setiap kali api neraka itu hendak padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.”
— QS. Al-Isra: 97
Rasulullah ﷺ Menangis Untuk Umatnya
Melihat neraka membuat Rasulullah ﷺ sangat takut untuk umatnya.
Beliau adalah manusia yang paling mengenal Allah.
Semakin seseorang mengenal Allah, semakin besar rasa takutnya kepada-Nya. Karena itu Rasulullah ﷺ sering menangis dalam doa.
Beliau sering memohon:
“Ya Allah, lindungilah aku dari azab neraka.”
Beliau juga mengajarkan doa:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan segala yang mendekatkan kepadanya dari ucapan dan perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang mendekatkan kepadanya dari ucapan dan perbuatan.”
Khutbah Rasulullah ﷺ Setelah Shalat
Setelah selesai shalat gerhana, Rasulullah ﷺ berdiri lalu berkhutbah kepada manusia.
Beliau memuji Allah dan mengingatkan manusia agar banyak berdzikir, berdoa, bersedekah, dan bertaubat ketika melihat tanda-tanda kebesaran Allah.
Beliau bersabda:
“Jika kalian melihat itu (gerhana), maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau ingin umatnya sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Akan ada hari ketika semua manusia melihat surga atau neraka dengan mata kepala mereka sendiri.
Hikmah Kisah
Kisah ini mengajarkan. Surga dan neraka adalah benar-benar nyata.
Rasulullah ﷺ benar-benar diperlihatkan keduanya. Amal sekecil apa pun bisa menjadi sebab surga atau neraka.
Kasih sayang kepada makhluk sangat diperhatikan dalam Islam.
Rasulullah ﷺ sangat mencintai umatnya dan takut mereka masuk neraka.
Allah SWT berfirman:
“Maka barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung.”
— QS. Ali ‘Imran: 185
Semoga Kita Semua Termasuk Orang-Orang Yang Beriman.















