Ada Apa? Di Saat Rakyat Sekarat Dan Melarat, MinyaKita Langka Di Seluruh Pasar Di Kota Medan

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Dari hasil pantauan dan Informasi yang dihimpun awak media masih menemukan kelangkaan minyak goreng subsidi program pemerintah yakni Minyakita di seluruh Pasar Kota medan.

Selain kelangkaan, Pantauan awak media juga menemukan sejumlah pedagang di pasar masih menjual minyak goreng program Kementrian Perdagangan itu melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Tentang minyak juga sudah ada Permendag 49, misalnya itu. Artinya harga ini sudah ditentukan Rp11.000, tapi ternyata prakteknya tadi ada Rp12.000,” ucap seorang ibu warga Kota Medan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya. Ketua Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan, Suwarno, S.E., M.M desak Pemko Medan segera sikapi kelangkaan minyak goreng subsidi pemerintah, “Minyak Kita”. Pemerintah tidak boleh abai terhadap fluktuasi pasokan barang pokok karena akan pemicu utama inflasi yang langsung mencekik daya beli masyarakat kecil.

“Kondisi kelangkaan ini harus segera diatasi secara sistematis. Jangan sampai ketiadaan barang di pasar memicu lonjakan inflasi di Medan. Kita harus ingat, pada September 2025 saja, Kota Medan mencatatkan angka inflasi yang cukup tinggi, yakni 4,4 persen. Jangan biarkan sejarah pahit itu terulang hanya karena distribusi yang tersumbat,” tegas Suwarno saat ditemui di Medan, Selasa (6/1/2026).

Bagi MAI Medan, ketersediaan Minyak Kita bukan sekadar persoalan dagang, melainkan wujud kehadiran negara dalam melindungi hajat hidup orang banyak. “​MAI Medan mendesak Satgas Pangan dan dinas terkait untuk segera memastikan stok kembali tersedia dalam waktu dekat. Transparansi pasokan dinilai menjadi kunci agar keresahan warga tidak berlarut-larut menjadi krisis sosial ekonomi yang lebih luas,” bilangnya.

Sebagaimana diketahui, ketersediaan minyak goreng subsidi pemerintah, “Minyak Kita”, di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan dilaporkan mulai mengalami kelangkaan sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki pekan pertama Januari 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya guncangan harga yang berujung pada peningkatan angka inflasi di ibu kota Sumatera Utara tersebut.

Baca Juga :  Pasca Banjir Ketua PKK Kota Medan Bantu Korban Terdampak Banjir di Jalan Kejaksaan Petisah Tengah

Keluhan mulai menggema dari lorong-lorong pasar (pajak). Para pedagang mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok Minyak Kita dari distributor, padahal permintaan konsumen sedang tinggi-tingginya. Fenomena “gaibnya” minyak rakyat ini terjadi merata di beberapa pasar besar di Medan.

​Seorang pedagang di pasar tradisional Medan, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kebingungannya atas situasi yang terus berulang ini. Ia menyoroti pola distribusi yang seolah-olah hanya lancar saat ada momentum seremonial tertentu.

“Awalnya saya pikir hanya di pasar ini saja yang kosong. Tapi setelah saya tanya rekan-rekan di pasar lain, ternyata barangnya memang tidak ada. Kami berharap pasokan itu ada setiap hari, jangan hanya saat ada hari besar agama atau kalau mau ada kunjungan pejabat saja baru stoknya melimpah di pasar,” keluhnya dengan nada getir

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan
Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Langsung Pembangunan Tanggul Sungai Badiri dan Aek Pintu Bosi Hutanabolon
Wabup Tapteng Buka Acara Monitoring Evaluasi Ikatan Bidan Indonesia
Bupati Tapanuli Tengah Ajak KPPN Sibolga Kolaborasi Tingkatkan Penerimaan Daerah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 07:01 WIB

Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre

Selasa, 14 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan

Berita Terbaru