Aspirasi Korban TPPO Di Tolak Ketua DPRD Sumut, Teuku Akbar Sebut : Erni Sitorus Tak Layak Jadi Ketua

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Orang Tua Korban TPPO Nezza Safitri Nasution kecewa aspirasinya tidak di terima oleh Ketua DPRD Sumut bahkan dirinya juga menemui Irham Buana Anggota DPRD Sumut namun juga tidak di gubris

“Kemana lagi saya mengadu, Ketua DPRD Sumut aja gak mau nerima saya, bang Irham Buana juga gak mau dengar, ” ungkap Nezza sambil menangis, Selasa (6/1/2026)

Teuku Akbar Aktifis Muda Sumatera Utara sangat menyayangkan sikap Erni Ariyanti Sitorus Ketua DPRD Sumut dan Irham Buana yang tidak mau mendengar Aspirasi rakyat Korban TPPO

“Ada apa mereka yang di beri amanah, di sumpah jabatan dan di gaji dan difasilitasi dengan menggunakan APBD yang bersumber dari pajak rakyat santai – santai saja, aneh ini menurut saya,” katanya.

Lanjut Teuku Akbar mengatakan dirinya akan melakukan Aksi Demo karena Ketua DPRD Sumut tidak mau menerima Aspirasi Korban TPPO

“Kita akan menggelar Aksi dan menyatakan sikap Erni Sitorus tak layak menjadi Ketua DPRD Sumut,” katanya.

Ajudan Ketua DPRD Sumut mengaku Polisi mengatakan bahwa Ketua DPRD Sumut lagi ada tamu.

“Ibu Ketua DPRD Sumut, Lagi ada tamu Bang, tak bisa dijumpai,” pungkasnya.

Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025),anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang² dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang² milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang² ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan
Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota
KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia
Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM
Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority
Pernyataan Sikap Dewan Peduli Negeri (DPN) Dan Organisasi Rakyat (ORI) Sumatera Utara
Forum Pedagang Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja Dirut PUD Pasar Medan
Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota, DPRD Di Minta Gelar RDP Dan Satpol PP Di Minta Segel Dan Bongkar

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WIB

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 21:16 WIB

KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:58 WIB

Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority

Tajuk Populer