Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Suka Bangun, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatra Utara terputus akibat banjir bandang dan longsor pada selasa 25 November 2025 lalu.

Terputusnya akses jembatan yang menghubungkan dua desa,warga di Desa Sihapas Kecamatan suka bangun dengan Desa Lumut Nauli kecamatan lumut kabupaten tapanuli tengah, itu menyebabkan terhambat akses pengakutan hasil pertanian warga.

Sangat di sayangkan sikap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tapanuli tengah yang bekerja tidak proporsional hingga tidak memberikan tanggapan kepada wartawan saat konfirmasi klarifikasi PERS melalui WhatsApp pribadinya dengan nomor : 08216570**53. Dimana BPBD itu adalah pejabat publik. Tetapi malah memilih dim membisu. Tak menghiraukan keluhan masyarakat korban bencana banjir bandang dan longsor beberapa bulan yang lalu,

“Terputusnya jembatan tersebut atas bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada tanggal 25 November 2025 lalu. sehingga warga kewalahan untuk mengakut hasil pertanian kelapa sawit mereka ke tempat pengumpul di kelurahan muara ampolu, kecamatan muara batang toru, kabupaten tapanuli selatan, sumatra utara.

Sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang kelapa seadanya. Dan hanya roda dua yang bisa melewatinya. Sedangkan roda empat tidak bisa untuk mengangkut hasil tani warga di dua desa tersebut.

Di tempat yang berbeda awak media ini meminta tanggapan dari lembaga swadaya masyarakat (ELANG MAS) Damianus Waruwu Ketua Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Dewan pimpinan cabang kabupaten tapanuli tengah, sumatra utara.

Ia meminta pemerintah daerah, Dan pihak BPBD maupun instansi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Agar dengan segera membangun jembatan yang terputus total akibat bencana banjir bandang dan longsor di akhir tahun 2025 lalu. Ucapan nya

BACA SELENGKAPNYA:  Gereja GPI Mosa Palang Terancam Longsor Usai Hujan Deras, Warga Minta Penanganan Cepat

Jembatan tersebut terletak di dusun IV desa Sihapas, Beberapa warga setempat juga berharap bahwa pemerintah bisa membangun jembatan tersebut dalam waktu dekat. Demi kelancaran ekonomi masyarakat di dua desa ini. Ucap salah satu warga dengan nada sedih.*RL*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan
Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 
Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan
Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik
BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut
Warga Sibabangun Lingkungan Dua Keluhkan Kerusakan Bendungan akibat Banjiir Bandang
Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir
DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup
Berita ini 4 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:43 WIB

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan

Selasa, 28 April 2026 - 15:14 WIB

Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik

Sabtu, 25 April 2026 - 14:39 WIB

BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut

Tajuk Populer