Majalahceo.id l Medan – Penebangan sekitar 2.700 batang pohon di sejumlah ruas jalan Kota Medan untuk pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang menuai kritik keras dari Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup.
“Demi Ambisi Proyek BRT, Pemko Medan mengorbankan 2.700 batang pohon di sejumlah ruas jalan Kota Medan, ini Kado Pahit di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2006 di saat Kota Medan Kekurangan Ruang Terbuka Hijau,” ungkap Rahmad, Jum’at (5/6/2026)
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak mediaz WALHI Sumatera Utara. Kebijakan tersebut dinilai bermasalah karena memperparah krisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tengah kerentanan ekologis kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah poin-poin utama terkait polemik tersebut:
Dalih Pemerintah: Penebangan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan guna mengakomodasi pembangunan jalur khusus dan halte BRT sebagai bagian dari modernisasi transportasi publik.
Sorotan WALHI: Tim WALHI Sumut, Maulana Siddiq, menilai pemerintah tidak sensitif terhadap lingkungan. Kawasan yang terdampak proyek seharusnya dipertahankan sebagai fungsi hijau, bukan malah dikorbankan.
Krisis Lingkungan: Area hijau di Medan sudah sangat minim. Penghilangan pohon-pohon peneduh dikhawatirkan memicu suhu perkotaan yang semakin panas dan mengurangi resapan air.
















