Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Penebangan sekitar 2.700 batang pohon di sejumlah ruas jalan Kota Medan untuk pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang menuai kritik keras dari Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup.

“Demi Ambisi Proyek BRT, Pemko Medan mengorbankan 2.700 batang pohon di sejumlah ruas jalan Kota Medan, ini Kado Pahit di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2006 di saat Kota Medan Kekurangan Ruang Terbuka Hijau,” ungkap Rahmad, Jum’at (5/6/2026)

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak mediaz WALHI Sumatera Utara. Kebijakan tersebut dinilai bermasalah karena memperparah krisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tengah kerentanan ekologis kota.

Berikut adalah poin-poin utama terkait polemik tersebut:

Dalih Pemerintah: Penebangan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan guna mengakomodasi pembangunan jalur khusus dan halte BRT sebagai bagian dari modernisasi transportasi publik.

Sorotan WALHI: Tim WALHI Sumut, Maulana Siddiq, menilai pemerintah tidak sensitif terhadap lingkungan. Kawasan yang terdampak proyek seharusnya dipertahankan sebagai fungsi hijau, bukan malah dikorbankan.

Krisis Lingkungan: Area hijau di Medan sudah sangat minim. Penghilangan pohon-pohon peneduh dikhawatirkan memicu suhu perkotaan yang semakin panas dan mengurangi resapan air.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan
Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota
KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia
Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM
Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority
Pernyataan Sikap Dewan Peduli Negeri (DPN) Dan Organisasi Rakyat (ORI) Sumatera Utara
Forum Pedagang Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja Dirut PUD Pasar Medan
Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota, DPRD Di Minta Gelar RDP Dan Satpol PP Di Minta Segel Dan Bongkar

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WIB

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 21:16 WIB

KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:58 WIB

Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority

Tajuk Populer