Majalahceo.id l Medan – Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan adalah kondisi dimana luasan area hijau—seperti taman, hutan kota, dan jalur hijau—berada jauh di bawah standar ideal yang ditetapkan undang-undang.
Berdasarkan aturan, kota wajib menyediakan minimal 30% RTH dari total luas wilayah (20% publik dan 10% privat). Di Medan, angkanya masih berada di kisaran 7% hingga 10%.
Masalah Utama Terkait Kekurangan RTH di Medan Sebaran yang Tidak Merata:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
RTH publik memang tersebar di 21 kecamatan, namun kualitas dan kuantitasnya tidak merata, sehingga akses warga di wilayah tertentu masih sangat terbatas.
Alih Fungsi Lahan: Masifnya pembangunan fisik dan konversi lahan privat menjadi area komersial atau pemukiman mengurangi drastis area resapan air.
Dampak Lingkungan: Berkurangnya RTH berdampak pada peningkatan suhu perkotaan (Urban Heat Island), peningkatan polusi udara, serta berkurangnya kapasitas serapan air yang memicu masalah drainase
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup mengatakan bahwa Program Medan Asri Bergerak
Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi dan Berkelanjutan jauh dari harapan di buktikan dengan masih banyaknya Titik Banjir di kota Medan saat musim hujan, 2700 pohon di tebang demi kepentingan Proyek BRT serta ruangnya Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Medan.
“Medan Asri itu hanya untuk kebutuhan Konten Rico Waas, tapi faktanya di lapangan gak seperti itu, tata kelola sampah, sungai semakin sempit dan dangkal dan sistem drainase yang beluruk menyebabkan tak mampu menampung debit curah hujan sehingga menyebabkan banjir,” ungkapnya, Jum”at (5/6/2026)
Lanjut Rahmad mengatakan bahwa belum lagi alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi depo container di Medan Utara ini juga merusak lingkungan.
“Alih fungsi hutan mangrove menjadi Depo Container juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan,” katanya.
Sebelumnya di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Rico Waas membuat Tema Medan Asri Bergerak
Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi dan Berkelanjutan.
















