Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN (Dok-Foto)

Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Kado Pahit yang di terima Reza Nasution Ketua FPAN adalah Pemadaman Listrik oleh PLN di saat hari Ulang Tahunnya.

Reza Nasution mendatangi kantor PLN di Medan Johor dan membuka bajunya dan protes terhadap pemadaman listrik oleh PLN

“Mana nih pegawai PLN, kalian harus bertanggung jawab atas pemadaman ini, susah kami kalian buat, giliran kami gak ada uang Kelen denda bahkan cabut meteran kami,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2026)

Setelah satu jam berada di kantor PLN Medan Johor, namun satupun tidak pegawai PLN yang keluar.

“Kalau kalian terus melakukan pemadaman, kami akan menginap di sini, dan melakukan aksi,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan Informasi yang di himpun awak media PLN Lakukan Pemadaman Listrik,
Pasutri Tewas Dalam Mobil Diduga Dampak Listrik Padam

Medan – Pasangan suami istri (pasutri), Suharlin dan Dame Lamria Pakpahan (47), warga Sei Mencirim, Sunggal ditemukan meninggal dunia di dalam mobil sedan hitam Chevrolet nomor polisi BM 1064 VR, Jumat (5/6/2026) sekira pukul 14.30 WIB.

“Kedua korban pasangan suami istri ditemukan meninggal dunia di depan rumah orang tuanya, Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai,” terang Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kata dia, kematian korban diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari kepala lingkungan (Kepling) setempat. AKP M Ainul Yaqin bersama anggota dan tim Inafis Polrestabes Medan segera mendatangi TKP.

Menurut keterangan saksi, Guntur Simatupang, sambung Yaqin, pasutri tersebut mendatangi kediaman orang tuanya di Jalan Harahap Pasti, Medan Denai pada Kamis (4/6/2026) sekira pukul 23.00 WIB.

“Di TKP korban mengatakan mau menginap karena listrik di rumah mereka sedang mati dan tidur di dalam mobil saja, tepatnya di parkiran depan rumah orang tua korban,” kata Kapolsek Medan Area.

BACA SELENGKAPNYA:  Akibat Nadiem Makarim, Kampus ITM Porak Poranda, Masjid AL Iqra Rata Dengan Tanah, Pengalihan Tanpa Izin

Selanjutnya, sekira pukul 06.00 WIB, saksi mendatangi mobil korban dan masih berbicara kepada pasutri tersebut agar masuk ke dalam rumah, tetapi ditolak.

“Korban mengatakan, ‘di dalam mobil saja kami, nanti kami masuk ke rumah,” ungkapnya.

Dalam keterangan saksi, lanjut Yaqin, korban perempuan sudah sakit lumpuh dan laki-laki dalam keadaan sehat.

“Pukul 13.00 WIB, saksi kembali mendatangi kedua korban dalam mobil dan melihat bahwa korban (suami) sudah tidak merespon lagi. Sedangkan korban (istri) sudah lemas dalam keadaan mobil terkunci, wiper mobil hidup,” jelas Yaqin.

Karena itu, saksi menghubungi pihak pemadam kebakaran untuk membantu membuka mobil, tapi tak kunjung sampai. Saksi bersama temannya kemudian memecahkan kaca mobil menggunakan busi dan membuka pintu. Suhu dalam mobil korban sangat panas.

Kedua korban langsung dibawa warha ke RS Madani, namun sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Berdasarkan olah TKP mobil dan kedua korban, tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan,” pungkas AKP M Ainul Yaqin.

Kini, jenazah kedua korban telah diterima pihak keluarga.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri
Sinergi Pemkab Sukabumi dan BAZNAS Hadirkan Harapan, Wujudkan Sukabumi Mubarokah melalui Aksi Nyata untuk Warga
Ajang “Wisata” AFF 2026, Rico Waas “Miskin” Kreatifitas, Kadis Pariwisata Ngapain Aja?
Di Bawah Guyuran Hujan, Pendemo DPN Tetap Orasi, Namun Rico Waas Dan Jajarannya Tak Kunjung Mau Menemui Peserta Aksi

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:31 WIB

Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:21 WIB

Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:44 WIB

PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri

Tajuk Populer