Majalahceo.id l Medan – Nbila Aisyah (18) Warga Bromo Kecamatan Medan Area mengeluhkan Lambannya pencetakan KTP di Kantor Camat Medan Area
“Sudah hampir satu bulan KTP saya juga belum bisa di cetak dengan alasan belum siap, saya di bola bola, apakah ini namanya pelayanan birokrasi prima di HUT Kota Medan Rp 436 Tahun,” ungkapnya, Kamis (2/7/2026)
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( Penjara) Indonesia Sumatera Utara mengatakan bahwa Lambatnya pencetakan KTP merupakan salah satu indikator utama lemahnya reformasi birokrasi dan tata kelola pelayanan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalah ini sering kali menjadi keluhan masyarakat karena berdampak langsung pada terhambatnya berbagai urusan administratif penting lainnya.
Prosedur Berbelit-belit: Birokrasi yang kaku dan tata laksana yang kurang efektif membuat masyarakat harus datang berkali-kali hanya untuk verifikasi data.
Dampak Kegagalan Birokrasi
Penurunan Kepercayaan Publik: Ketidakpastian waktu penyelesaian pencetakan KTP, memicu frustrasi dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Terhambatnya Pelayanan Publik Lain: KTP yang belum tercetak akan menghambat warga dalam mengurus layanan dasar seperti BPJS Kesehatan, pembukaan rekening perbankan, hingga pendaftaran pekerjaan.
Potensi Pungli & Calo: Ketidakjelasan antrean dan lambatnya proses dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pungutan liar (pungli) guna mempercepat pencetakan.
“Lambannya pengurusan KTP bukti gagalnya pemerintah Kecamatan Medan Area dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, Di HUT Kota Medan, Kecamatan Medan Area gagal dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inovasi pembangunan, serta membangun sinergi yang kuat bersama masyarakat,” pungkasnya.











