Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 20:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah. (Dok-Foto)

Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah. (Dok-Foto)

Majalahceo.id | Tanjungbalai – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai meninjau beberapa kilang padi untuk menguak penyebab kenaikan harga beras dalam beberapa hari terakhir.

Tim gabungan Pemko Tanjungbalai dan Satgas Pangan turun memonitoring penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras tersebut dengan mengecek dua kilang padi di Kabupaten Asahan, Senin (6-7-2026).

Sejumlah merek beras premium hilang di pasar Kota Tanjungbalai, mulai dari beras premium AA, hingga Cap Jeruk sulit didapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa hari terakhir, merk-merk dari kilang padi PT Jampalan dan AA yang berasal dari Asahan ini, sulit didapat di pasar.

Hal tersebut diakibatkan berkurangnya panen petani yang ada di Sumatra Utara, sehingga pasokan gabah sulit didapat.

Management Representative PT Jampalan Baru, Khairani membenarkan hal tersebut, menurutnya, saat ini produksi PT Jampalan Baru sedang berkurang.

“Memang produksi kami berkurang, hanya saja saya tidak tau berapa persen berkurangnya, karena manager produksi sedang tidak disini,” kata Manager Representative PT Jampalan Baru, Khairani.

Menurutnya produksi menurun karena berkurangnya gabah dari petani untuk diolah pabrik.

“Gabah susah, tahun lalu kami minta dari Aceh, tapi tahun ini semuanya habis, mereka juga kekurangan,” kata Khairani.

Khairani membeberkan saat ini pasokan gudang beras hanya tersisa dua hingga tiga bulan kedepan.

Senada dengan Khairani, Pemilik Kilang Padi AA, Ahun mengaku produksi turut turun hingga 80 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sebulan ini hancur, gabah ga ada, karena saat gabah panen raya kemarin, kita gak berani ambil banyak karena harga sudah tinggi, ternyata, saat ini gabah susah didapat,” kata Ahun.

Katanya, kini dirinya mencari gabah ke Tapanuli Utara dan dibeli dengan harga yang mahal, sehingga saat ini produksi harus berkurang.

“Panen raya sudah habis, kami paling punya stok hanya sampai satu bulan kedepan,” katanya.

Ia juga mengaku, saat ini kilang padi AA juga sementara tidak ada memproduksi beras berukuran lima kilogram.

Sementara Asisten Ekbang Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengaku saat ini Pemko Tanjungbalai telah berkoordinasi dengan pemilik kilang padi.

Menurutnya, memang saat ini jumlah gabah di Sumatera Utara tidak memenuhi permintaan untuk gabah di Kabupaten Asahan.

“Memang masalahnya ini ada di petani, kita dari Pemko Tanjungbalai akan melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini,” ungkap Tajul.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Mangkir Kerja Tanpa Keterangan, Satu Oknum ASN Di Lingkungan Disdik Asahan Terancam Dipecat
Cuaca Ekstrem Melanda Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Pemantauan dan Penanganan di Lapangan
100 Becak Listrik Siap Disalurkan, Pemkab Sukabumi Siapkan Pemanfaatan untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata
Kejari Sukabumi Buka Ruang Dialog dengan Pers, Kesetaraan Akses Informasi Jadi Sorotan
Yudi Perangga Terpilih Aklamasi Pimpin DPK KNPI Cicurug, Dorong Pemuda Aktif Gali Potensi Daerah
Selamat Harlah LSM Penjara Indonesia Ke 14 Tahun 2026: Kuat kan Solidaritas, Teguhkan Integritas, Mengawal Indonesia Maju Tanpa Korupsi
Polres Asahan Musnahkan Barang Bukti Hasil Tangkapan Hampir 5 Kg Sabu
Pemdes Sundawenang Salurkan Bantuan Beras kepada 1.494 KPM

LINI MASA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Mangkir Kerja Tanpa Keterangan, Satu Oknum ASN Di Lingkungan Disdik Asahan Terancam Dipecat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Cuaca Ekstrem Melanda Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Pemantauan dan Penanganan di Lapangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:32 WIB

100 Becak Listrik Siap Disalurkan, Pemkab Sukabumi Siapkan Pemanfaatan untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Kejari Sukabumi Buka Ruang Dialog dengan Pers, Kesetaraan Akses Informasi Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:29 WIB

Yudi Perangga Terpilih Aklamasi Pimpin DPK KNPI Cicurug, Dorong Pemuda Aktif Gali Potensi Daerah

TAJUK HARI INI