Majalahceo.id l Medan – Ambisi proyek Bus Rapid Transit (BRT) tanpa Plang Anggaran di Indonesia didanai oleh pinjaman luar negeri untuk memangkas kemacetan perkotaan, mencakup pembangunan koridor di wilayah Medan (Mebidang) dan Bandung Raya.
Proyek strategis ini memanfaatkan sokongan utang dari lembaga internasional demi mewujudkan transportasi massal yang modern dan terintegrasi.
Rincian Proyek dan Pendanaan BRT Mebidang (Medan, Binjai, Deli Serdang): Mendapat kucuran dana pinjaman sekitar Rp1,9 triliun untuk pembangunan depo, koridor, dan fasilitas pendukung.
BRT Bandung Raya: Didukung alokasi dana pinjaman senilai Rp1,3 triliun yang konstruksi fisiknya dijadwalkan berjalan pada 2027.
Target Layanan: Penerapan sistem angkutan yang cepat, halte ikonik, serta waktu tunggu (headway) yang terjadwal pasti di jam sibuk maupun longgar.
Kota Medan Kekurangan Ruang Terbuka Hijau justru Ambisi Proyek BRT di Kota Medan mengorbankan Ribuan Pohon sebagai paru paru dunia, mengorbankan taman median jalan dan Lampu Jalan.
Dampak Kemacetan akibat penyempitan jalan oleh sebab Ambisi Proyek BRT terjadi di Kota Medan.
Masyarakat Kota Medan terdampak akibat Proyek BRT tersebut baik dari Dampak Lingkungan dan Dampak Lalu Lintas.
Terpisah Lailatul Badri Anggota DPRD Kota Medan jugamenyoroti Proyek BRT
Potensi Kemacetan: Penilaian bahwa penyempitan jalan untuk jalur khusus BRT dapat memperparah kepadatan lalu lintas di Medan.Beban Keuangan Daerah:
Mengingat agar biaya operasional tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Status Pinjaman: Penegasan bahwa pembiayaan dari pihak luar (seperti Bank Dunia) merupakan pinjaman yang harus dibayar kembali, bukan murni hibah.











