Pemkab Tapteng Gandeng Pusaka Indonesia dan Save the Children Dorong Pembentukan PATBM demi Perlindungan Menyeluruh Anak

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menegaskan komitmen kuat untuk senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat (Dok-Poto)

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menegaskan komitmen kuat untuk senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) — Pandan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menegaskan komitmen kuat untuk senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Upaya ini diwujudkan melalui dorongan pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai sistem pencegahan yang bekerja langsung di lingkungan terdekat anak.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Program Protekta (Perlindungan Anak di Tapanuli Tengah) yang digelar di Aula Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Selasa 11 Agustus 2026. Kegiatan ini diinisiasi melalui kolaborasi antara Pemkab Tapteng bersama Pusaka Indonesia dan Save the Children.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Jonnedi Marbun, yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak bukanlah pekerjaan yang dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah semata. Keluarga dan masyarakat memegang peranan krusial mengingat anak-anak adalah generasi penerus yang kelak menentukan arah masa depan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita melakukan kegiatan ini dengan kesadaran penuh bahwa anak harus dilindungi. Anak merupakan cikal bakal yang akan memimpin pemerintahan ini ke depannya. Ketika anak salah dididik dan anak bermasalah, mungkin ke depannya pemerintahan ini juga akan bermasalah,” tegas Jonnedi.

Ia menambahkan, pembentukan PATBM di tingkat desa dan kelurahan perlu dipercepat. Dengan cakupan wilayah Tapteng yang terdiri dari 159 desa dan 56 kelurahan, pemerintah kabupaten memiliki keterbatasan sumber daya sehingga keterlibatan aktif masyarakat mutlak diperlukan untuk mendeteksi dan menangani persoalan anak sejak dini. Selain itu, Pemkab juga mendorong percepatan pembentukan serta penguatan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) agar sistem pelayanan menjadi lebih jelas dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapteng, Rahmadiah Hanum, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa persoalan anak tidak mungkin dapat diselesaikan oleh pemerintah saja tapi semua elemen masyarakat.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu karena semuanya memiliki keterbatasan. Yang kita hadapi banyak, tetapi yang melapor belum tentu sebanyak itu. Yang tidak melaporkan justru bisa lebih banyak,” ujar Hanum.

Melalui kehadiran PATBM, masyarakat di akar rumput diharapkan mampu berfungsi sebagai mata dan telinga yang peka terhadap berbagai potensi persoalan anak di lingkungan sekitarnya.

Sosialisasi ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng Nurjalilah, Manager Pusaka Indonesia Bidang Kebencanaan dan Iklim Franz, Tim Ahli Pusaka Indonesia Marjoko, perwakilan Kementerian PPPA RI
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dinas PMD, Tapem, Bappeda, jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapteng, Unit PPA Polres Tapteng yang diwakili oleh AKP Dorpis Sitompul, Agama, serta unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Bupati Tapanuli Tengah Serahkan 3 Unit Bus Sekolah untuk Anak Korban Bencana: Bukti Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat
Kadis Pendidikan Tapteng Buka Sinergi Lintas Satuan Pendidikan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bagi PTK di Tapanuli Tengah
72.977.750.000 Dikucurkan Bantuan Jaminan Hidup dan Isi Hunian Rumah korban Bencana Tapanuli Tengah, Dicairkan Bertahap 25 September 2026 s.d 6 Oktober 2026 melalui Kantor Pos, Cek Tanggal Penyaluran di https://intipbasri.tapteng.go.id/
Polres Asahan Musnahkan Barang Bukti Hasil Tangkapan Hampir 5 Kg Sabu
Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kelurahan Sori Nauli Tapteng, Berikan Apresiasi
Lawan Mafia Kartel Pangan, Harga Ayam Melonjak, DPRD Sumut Di Minta Bentuk Pansus, Sidak Gudang Produsen, Mata Rantai Pasokan Dari Hulu Ke Hilir
Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kelurahan Sitonong Bangun, Berikan Apresiasi
Ratusan Warga Hadiri, Kelurahan Sitonong Bangun Gelar Sosialisasi Stunting untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

LINI MASA

Jumat, 25 September 2026 - 20:13 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Serahkan 3 Unit Bus Sekolah untuk Anak Korban Bencana: Bukti Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 18:25 WIB

Kadis Pendidikan Tapteng Buka Sinergi Lintas Satuan Pendidikan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bagi PTK di Tapanuli Tengah

Jumat, 25 September 2026 - 15:43 WIB

72.977.750.000 Dikucurkan Bantuan Jaminan Hidup dan Isi Hunian Rumah korban Bencana Tapanuli Tengah, Dicairkan Bertahap 25 September 2026 s.d 6 Oktober 2026 melalui Kantor Pos, Cek Tanggal Penyaluran di https://intipbasri.tapteng.go.id/

Jumat, 25 September 2026 - 11:24 WIB

Polres Asahan Musnahkan Barang Bukti Hasil Tangkapan Hampir 5 Kg Sabu

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

Lawan Mafia Kartel Pangan, Harga Ayam Melonjak, DPRD Sumut Di Minta Bentuk Pansus, Sidak Gudang Produsen, Mata Rantai Pasokan Dari Hulu Ke Hilir

TAJUK HARI INI