Selat Hormuz Jadi Titik Panas
Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi, ketegangan di kawasan strategis Selat Hormuz juga belum sepenuhnya mereda.
Meski aksi saling serang antara AS dan Iran dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan, Iran masih menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Blokade tersebut berlangsung setelah kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk membuka kembali jalur strategis itu gagal tercapai.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara masih mengklaim saling bertukar pesan. Namun, harapan adanya terobosan diplomatik kembali meredup setelah Trump pada Selasa (19/8) menyatakan pembicaraan telah dihentikan.
Trump juga mengunggah pesan melalui media sosial yang mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz dapat menjadi “wilayah baru AS”.
Perkembangan ini membuat tekanan terhadap Iran tidak hanya berlangsung melalui jalur militer, tetapi semakin melebar ke sektor ekonomi dan perdagangan global. Ancaman terhadap negara-negara yang masih berhubungan dengan Iran juga berpotensi meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan dan lembaga keuangan yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut.***
Halaman : 1 2












