MAJALAH CEO | KABANDUNGAN, SUKABUMI, Kepedulian terhadap kondisi masyarakat ditunjukkan Kepala Desa Tugubandung, Yudi Guntara, dengan turun langsung ke lokasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan di Kampung Kaladi, RT 03 RW 05, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/10/2026).
Bersama perangkat desa dan masyarakat setempat, Yudi Guntara ikut melakukan penanganan darurat melalui kegiatan kerja bakti untuk memperbaiki bagian saluran irigasi yang diduga jebol. Kerusakan tersebut sebelumnya dipicu oleh luapan air dalam jumlah besar yang mengakibatkan tanah di sekitar saluran ambles dan mengalami longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak kejadian itu turut mengancam area perkebunan milik warga. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama masyarakat bergerak cepat agar kerusakan tidak semakin meluas dan aliran air dapat kembali berfungsi.
Utamakan Penanganan Darurat
Setelah menerima laporan mengenai kondisi saluran irigasi, Kepala Desa Tugubandung bersama jajaran pemerintah desa langsung mendatangi lokasi untuk melihat tingkat kerusakan sekaligus berpartisipasi dalam upaya perbaikan.
Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong membersihkan material tanah yang menutup saluran dan memperbaiki bagian yang rusak. Semangat kebersamaan terlihat selama proses penanganan berlangsung.
Yudi Guntara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga fungsi saluran irigasi dan mengurangi risiko kerusakan lanjutan.
Menurutnya, perbaikan sementara dilakukan agar aliran air dapat kembali normal dan dampak terhadap kebun warga tidak semakin parah.
Warga Berharap Ada Perbaikan Permanen
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan kerja bakti menjadi bagian penting dari penanganan kerusakan tersebut. Warga berharap upaya darurat yang dilakukan bersama pemerintah desa dapat membantu mengurangi risiko luapan air susulan.
Di sisi lain, perbaikan permanen tetap diperlukan agar saluran irigasi dapat berfungsi dengan baik dan lebih aman ketika debit air meningkat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah serta dinas terkait diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan kondisi di lapangan.
Kerusakan saluran irigasi ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur pengairan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami luapan air dan longsor.
Gerak cepat pemerintah desa bersama masyarakat mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan lingkungan. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga demi melindungi kepentingan warga dan mendukung aktivitas pertanian maupun perkebunan setempat.***
















Komentar