Nadiem Makarim Pakek Baju Pink Kejagung Pernah Cabut Izin ITM, Selama Jadi Menteri Tak Pernah Masuk Kampus

- Wartawan

Minggu, 14 September 2025 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Nama Nadiem Makarim belakangan menjadi sorotan publik usai terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook., bahkan saat menjadi menteri pernah mencabut izin kampus ITM.

Pencabutan izin itu tertera dalam surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 438/E/O/2021. Diktum kesatu keputusan ini menyatakan pencabutan izin pembukaan 10 program studi di kampus ITM yang berada di bawah Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna.

Kini, Nadiem telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ramai berita soal kasus dugaan korupsi itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD baru-baru ini membongkar fakta mengejutkan soal Nadiem Makarim terutama saat ia bertugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Membuka pernyataannya tentang Nadiem Makarim, Mahfud MD memuji sosok Nadiem sebagai anak muda yang hebat dan membanggakan bangsa.

“Nadiem Makarim itu dianggap wah ini orang hebat, anak muda bisa bikin macam-macamlah yang katanya hebat gitu. Membanggakan bangsa,” kata Mahfud dalam salah satu tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip Rabu (10/9).

Namun pujian itu tak bertahan lama. Mahfid MD langsung memberikan kritik dengan menyebut Nadiem Makarim tak punya track record apa pun di bidang pendidikan.

Bukan tanpa dasar, Mahfud MD menyoroti minimnya interaksi yang dilakukan Nadiem dengan dunia pendidikan tinggi selama menjabat sebagai Mendikbud.

“Bayangkan Nadiem Makarim itu selama menjadi menteri nggak pernah sekali pun datang ke kampus perguruan tinggi. Ke UI sekali kalau nggak salah itu melantik saja to? Cuma melantik, bukan memberikan arahan kebijakan tentang perguruan tinggi sains dan teknologi, nggak ada, nggak pernah,” tutur Mahfud.

Kondisi ini membuat Mahfud MD harus ikut turun tangan. Ia mengenang momen di mana Presiden Joko Widodo meminta agar perguruan tinggi diberikan arahan terkait kebijakan COVID-19.

Baca Juga :  Wali Kota Mahyaruddin Berikan Apresiasi Kepada Seluruh Pihak Yang Turut Beri Masukan ke Pemko Tanjungbalai.

Terungkap bahwa para rektor seluruh perguruan tinggi tak mendapatkan arahan apapun.

“Mereka bilang Alhamdulillah menteri bisa menegur kami, selama ini kami nggak pernah. Selama ini nggak pernah diberi arahan atau ketemu,” kata Mahfud MD.

Berdasarkan serangkaian pengalamannya dengan Nadiem Makarim, Mahfud menyimpulkan satu hal penting tentang sosok pendiri GOJEK itu. Menurut Mahfud, Nadiem Makarim termasuk sebagai pejabat yang tak bisa memahami demokrasi.

Mahfud MD menyebut bahwa Nadiem Makarim sulit ditemui oleh pejabat tinggi lain. Pada akhirnya, pejabat itu terpaksa menemui Nadiem di hotel karena ia memilih bekerja di sana.

“Bahkan ada yang bilang nih seorang petinggi besar itu mau ketemu Pak Nadiem nggak bisa. Berkali-kali daftar nggak bisa. Lalu di mana? Ditemui di hotel karena konon dia nggak ngantor di kantornya,” ungkap Mahfud MD.

Mantan Menko Polhukam itu kemudian menyebut bahwa Nadiem Makarim kemungkinan besar terbiasa dengan dunia start-up sehingga tak paham birokrasi. Meski demikian, ia meyakini bahwa Nadiem merupakan sosok yang bersih dari korupsi.

“Dia berpikirnya taktis saja bahwa ini kayak ngatur bisnis ojek dan sebagainya, itu tap tap tap gitu padahal birokrasi kan tidak begitu paham. Bahwa dia itu bersih ya,” pungkas Mahfud MD.**

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Di Saat Rakyat Lagi Susah, Hamburkan Uang Rakyat, Gebyar Pajak 2026 Anggarkan Rp 28 Miliar
Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 
Pemko Tanjungbalai Percepat Penyelarasan Program 3 Juta Rumah untuk MBR. 
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 12:50 WIB

Di Saat Rakyat Lagi Susah, Hamburkan Uang Rakyat, Gebyar Pajak 2026 Anggarkan Rp 28 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 10:42 WIB

Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ

Rabu, 15 April 2026 - 06:08 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 

Berita Terbaru