Majalahceo.id l Medan – Awak media menemukan Drainase di tutup secara permanen dan sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga apabila hujan, Jalan Dr Mansyur Kota Medan menjadi tergenang air hujan alias banjir
Berdasarkan Informasi yang di himpuna awak media,
Penyebab banjir akibat sungai yang sempit dan dangkal serta drainase yang ditutup permanen merupakan kombinasi faktor manusia dan penurunan kapasitas tampung lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah penjelasan detail mengenai penyebab utamanya:
1. Dampak Sungai Sempit dan Dangkal
Sungai yang sempit dan dangkal mengalami penurunan kapasitas tampung air (conveyance capacity), sehingga ketika curah hujan tinggi, sungai tidak mampu menampung debit air yang masuk.
Sedimentasi Tinggi: Pengendapan lumpur atau material sedimen yang tidak dibersihkan membuat sungai menjadi dangkal.
Pendangkalan oleh Sampah: Sampah yang terbawa air menyumbat aliran sungai, mempercepat pendangkalan, dan menyebabkan air meluap.
Penyempitan Sempadan Sungai: Alih fungsi lahan di bantaran sungai menjadi permukiman atau bangunan permanen mengakibatkan penyempitan saluran sungai.
Aliran Lambat: Sungai dangkal seringkali memiliki gradient (kemiringan) rendah, sehingga aliran air tidak lancar dan menyebabkan banjir kiriman.
2. Dampak Drainase Ditutup Permanen
Penutupan saluran drainase (got/parit) secara permanen, misalnya dengan beton atau cor, mematikan fungsi utama drainase sebagai penampung sementara limpasan air hujan.
Penyumbatan Total: Ketika drainase ditutup permanen, sampah sering kali tersangkut di bawahnya dan tidak bisa dibersihkan. Hal ini menciptakan penyumbatan total yang membuat air tidak dapat mengalir masuk ke saluran.
Limpasan Air ke Jalan: Karena drainase tertutup/tersumbat, air hujan tidak memiliki tempat untuk mengalir dan akhirnya meluap ke jalan, yang berubah menjadi sungai buatan.
Berkurangnya Daya Resap: Penutupan drainase dan betonisasi mengurangi infiltrasi tanah, meningkatkan volume aliran permukaan (surface runoff) yang harus ditampung oleh drainase.
3. Faktor Pendukung Lainnya
Alih Fungsi Lahan: Perubahan lahan hijau menjadi lahan terbangun (beton/aspal) meningkatkan laju air yang mengalir ke sungai dan drainase.
Intensitas Curah Hujan: Hujan deras dengan durasi lama akan mempercepat luapan jika kapasitas sungai dan drainase sudah berkurang.
Banjir terjadi karena volume air hujan yang besar tidak dapat diserap tanah (akibat tertutup beton) dan tidak dapat dialirkan melalui drainase yang tertutup serta sungai yang daya tampungnya berkurang (dangkal/sempit).















