Ajang “Wisata” AFF 2026, Rico Waas “Miskin” Kreatifitas, Kadis Pariwisata Ngapain Aja?

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piala AFF U-16 Tahun 2026 di Kota Medan dan Deli Serdang (Dok-Foto)

Piala AFF U-16 Tahun 2026 di Kota Medan dan Deli Serdang (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Ajang Penyelenggaraan Piala Asean Federation Football (AFF) U-19 yang berlangsung di Medan dan Deli Serdang, semestinya dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata bagi Kota Medan. Sebab ajang yang mengundang 10 negara yang ada di kawasan Asean plus Australia, tentu memberikan efek positif bagi pergerakan ekonomi di kedua daerah yang dijadikan homebase bagi ajang kejuaraan sepakbola kawasan Asean.

Namun, sungguh aneh dan di luar pemikiran banyak orang, pernyataan Wali Kota Medan Rico Waas yang terkesan enggan memberikan fasilitasi layanan bagi para peserta kejuaraan sepakbola Asean ini, termasuk tentang akomodasi para peserta, dengan alasan pembiayaan itu tidak di tampung dalam APBN Kota Medan, dan pernyataan ini justru memantik reaksi pro dan kontra di masyarakat, khususnya pecinta sepakbola disebabkan pernyataan seorang Wali Kota tidak layak disampaikan ke area publik, justru pernyataan itu memberi kesan bahwa Medan dan Indonesia tidak siap menjadi tuan rumah kejuaraan sepakbola antar negara-negara Asean ini.

Hal ini disampaikan Johan Merdeka, bahwa Wali Kota Medan miskin kreatifitas dan tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, apalagi menanggapi hal-hal yang semestinya tidak perlu di umbar didepan publik.

“Ajang piala AFF U-19 justru seharusnya dijadikan media pariwisata bagi dunia tentang Kota Medan, bayangkan event akbar internasional sangat jarang di Kota Medan apalagi sepakbola, olahraga paling digemari masyarakat dunia, sekelas Wali Kota memberikan pernyataan seperti ini, seolah-olah Kota Medan tidak sanggup membiayai fasilitas dengan alasan tidak ditanggung APBN Kota Medan, justru ini pernyataan konyol,”ujar Johan Merdeka geram kepada media, Kamis (4/6/2026).

Menurut aktifis pro demokrasi ini, justru apa yang diucapkan Rico Waas, semakin mempertegas konflik personalnya dengan Gubernur Bobby Nasution sangat terbuka dan sekarang PSSI pun menjadi sasaran alasan Rico Waas tidak mau membiayai fasilitas bagi peserta pertandingan ini.

BACA SELENGKAPNYA:  Apresiasi Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan Terhadap Ketua DPRD Medan Yang Peduli Terhadap Pedagang Saat Tinjau Lokasi Pasar Aksara Baru

“Kalau dia (Wali Kota) cerdas, seharusnya tidak memberikan komentar di area publik, cukup disampaikan secara tertutup duduk bersama PSSI dan Gubernur mencari solusi atas pembiayaan ajang ini, sebab kompetisi antar negara Asean dan Australia ini membawa nama baik Indonesia, atau Kota Medan bukan bagian dari Indonesia sehingga muncul pernyataan konyol seperti ini,”terang Johan.

Lebih jauh dikatakan Johan, seharusnya Rico Waas lebih kreatif dalam memberi fasilitas bagi seluruh official tim luar negari yang bertanding, pembiayaan bukan hanya bersumber dari APBN, masih banyak sumber lain bagi pembiayaan ini, ini membuktikan ketidakmampuan dan pemahaman Wali Kota.

“Sangat disayangkan ucapan itu keluar dari mulut seorang Wali Kota, artinya ini menunjukkan ketidakmampuan dia memimpin Kota Medan, seharusnya ajang AFF U-19 ini menjadi kampanye positif Rico Waas sekaligus memberi angin segar bagi kebangkitan sepakbola Kota Medan yang sudah mati suri, soal pembiayaan diluar APBN bisa dilakukan dengan kerjasama dengan pihak lain, terpenting Medan sebagai tuan rumah sukses dan memberi kesan positif bagi official luar negari selama di Medan, bukan malah gaduh soal siapa yang bayar fasilitas mereka,”tegas Johan.

Ditambahkan Johan, justru ajang ini memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi Kota Medan. Mulai hotel,. restoran hingga cendramata sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang hadir sebagai suporter tiap-tiap negara yang datang untuk melihat pertandingan, sekaligus menikmati suasana Kota Medan.

“Justru ajang kejuaraan ini memberikan efek positif bagi sektor ekonomi, hotel,. restoran dan pedagang souvenir dan itu memberikan kontribusi bagi PAD Kota Medan, jadi aneh juga pernyataan seorang Wali Kota seperti ini, inilah karena minim pengalaman dan komunikasi kurang baik, seharusnya Wali Kota kurangi berkegiatan di sosial media,.fokus bangun Kota Medan lebih baik lagi dan perbanyak event-event internasional di Kota Medan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri
Sinergi Pemkab Sukabumi dan BAZNAS Hadirkan Harapan, Wujudkan Sukabumi Mubarokah melalui Aksi Nyata untuk Warga
Di Bawah Guyuran Hujan, Pendemo DPN Tetap Orasi, Namun Rico Waas Dan Jajarannya Tak Kunjung Mau Menemui Peserta Aksi
Manajer Operasional Bungkam, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Minta Disnaker Sumut Periksa CMAJ Terkait Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan

Baca Juga

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WIB

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:31 WIB

Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:21 WIB

Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:44 WIB

PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri

Tajuk Populer