Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan adalah kondisi dimana luasan area hijau—seperti taman, hutan kota, dan jalur hijau—berada jauh di bawah standar ideal yang ditetapkan undang-undang.

Berdasarkan aturan, kota wajib menyediakan minimal 30% RTH dari total luas wilayah (20% publik dan 10% privat). Di Medan, angkanya masih berada di kisaran 7% hingga 10%.

Masalah Utama Terkait Kekurangan RTH di Medan Sebaran yang Tidak Merata:

RTH publik memang tersebar di 21 kecamatan, namun kualitas dan kuantitasnya tidak merata, sehingga akses warga di wilayah tertentu masih sangat terbatas.

Alih Fungsi Lahan: Masifnya pembangunan fisik dan konversi lahan privat menjadi area komersial atau pemukiman mengurangi drastis area resapan air.

Dampak Lingkungan: Berkurangnya RTH berdampak pada peningkatan suhu perkotaan (Urban Heat Island), peningkatan polusi udara, serta berkurangnya kapasitas serapan air yang memicu masalah drainase

Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup mengatakan bahwa Program Medan Asri Bergerak
Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi dan Berkelanjutan jauh dari harapan di buktikan dengan masih banyaknya Titik Banjir di kota Medan saat musim hujan, 2700 pohon di tebang demi kepentingan Proyek BRT serta ruangnya Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Medan.

“Medan Asri itu hanya untuk kebutuhan Konten Rico Waas, tapi faktanya di lapangan gak seperti itu, tata kelola sampah, sungai semakin sempit dan dangkal dan sistem drainase yang beluruk menyebabkan tak mampu menampung debit curah hujan sehingga menyebabkan banjir,” ungkapnya, Jum”at (5/6/2026)

Lanjut Rahmad mengatakan bahwa belum lagi alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi depo container di Medan Utara ini juga merusak lingkungan.

“Alih fungsi hutan mangrove menjadi Depo Container juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan,” katanya.

Sebelumnya di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Rico Waas membuat Tema Medan Asri Bergerak
Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi dan Berkelanjutan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan
Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota
KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia
Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM
Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority
Pernyataan Sikap Dewan Peduli Negeri (DPN) Dan Organisasi Rakyat (ORI) Sumatera Utara
Forum Pedagang Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja Dirut PUD Pasar Medan
Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota, DPRD Di Minta Gelar RDP Dan Satpol PP Di Minta Segel Dan Bongkar

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WIB

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 21:16 WIB

KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:58 WIB

Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority

Tajuk Populer