Polisi Ekshumasi Jenazah Boy Simamora di Tapanuli Tengah untuk Selidiki Penyebab Kematian

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah bersama Polsek Manduamas melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Boy Simamora (20) di Pemakaman Umum Dusun II, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung (Dok-Poto)

Penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah bersama Polsek Manduamas melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Boy Simamora (20) di Pemakaman Umum Dusun II, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung (Dok-Poto)

 

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah bersama Polsek Manduamas melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Boy Simamora (20) di Pemakaman Umum Dusun II, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (4/6/2026).

Langkah hukum ini diambil berdasarkan permohonan resmi pihak keluarga yang mencabut surat penolakan autopsi sebelumnya. Keluarga berharap proses ini dapat memberikan kejelasan terkait penyebab pasti kematian korban yang dinilai mengalami kejanggalan.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, mengonfirmasi bahwa proses ekshumasi berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan ketat dari personel gabungan Polres Tapteng dan Polsek Manduamas yang dipimpin oleh Kapolsek Manduamas, AKP Marulitua Simanjorang.

Peristiwa bermula saat Kepala Desa Sampang Maruhur, Master Rudi Sigalingging, melaporkan adanya warga yang belum kembali ke rumah pada Rabu (27/5/2026) sore.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui masuk ke area perkebunan PT Nauli Sawit Blok 41.A pada Rabu dini hari sekira pukul 01.00 WIB untuk melakukan pencurian buah kelapa sawit. Namun, sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki aksi tersebut.

Saat hendak diamankan, para pelaku melarikan diri dengan melompati parit pembatas keluar dari lahan perkebunan. Saat pelarian berlangsung, salah satu rekan korban sempat mendengar suara benda jatuh ke dalam Sungai Saga Matua. Setelah situasi kondusif, pihak rekan dan keluarga yang menyadari korban belum kembali kemudian melakukan pencarian di sekitar area sungai.

Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani di seberang sungai melihat seekor buaya melintas sambil membawa tubuh manusia. Pengurus gereja setempat langsung membunyikan lonceng sebagai tanda agar masyarakat berkumpul membantu pencarian. Warga akhirnya berhasil menemukan jasad korban dan mengevakuasinya ke daratan pada dini hari berikutnya, sekira pukul 01.30 WIB.

BACA SELENGKAPNYA:  Ulang Tahun ke-7, Myesha Diajak Keliling Kota Naik Mobil Patroli Polres Kebumen

Awalnya, orang tua korban, Lamsehat Simamora, sempat membuat surat pernyataan menolak tindakan visum luar maupun autopsi, sehingga jenazah langsung dimakamkan. Namun, saat proses pemandian jenazah, pihak keluarga menemukan sejumlah kondisi fisik yang dinilai tidak wajar pada jasad korban.

Setelah bermusyawarah, pihak keluarga memutuskan untuk mencabut surat penolakan autopsi dan resmi membuat laporan ke Polsek Manduamas pada 1 Juni 2026 agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan jenazah berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dipimpin langsung oleh Ahli Kedokteran Kehakiman dan Forensik dari RSUD Pandan, dr. Binsar Halomoan Lubis, Sp.FM.

Guna memperkuat bukti ilmiah, Tim Forensik bersama Unit Reskrim Polsek Manduamas mengamankan sampel organ dalam korban untuk dilakukan uji laboratorium lanjutan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara di Medan.

Hingga berita ini diturunkan, tim kedokteran forensik bersama penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah masih melakukan serangkaian prosedur ilmiah demi memastikan penyebab utama kematian korban. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Setelah seluruh rangkaian ekshumasi dan pemeriksaan selesai pada pukul 15.00 WIB, jenazah Boy Simamora kembali dimakamkan oleh pihak keluarga dibantu warga setempat.

Kepolisian menegaskan untuk melakukan penyelidikan secara mendalam dan profesional guna mengungkap tabir di balik kematian pemuda tersebut.

Sumber: Humas Polres Tapanuli Tengah

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Jumat Berkah Serentak, Polisi Santuni 1.000 Anak Yatim di 20 Polsek
Kapolsek Cikalong Wetan AKP Deden Indrajaya Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Polres Kebumen Gaungkan Semangat Pancasila dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Ulang Tahun ke-7, Myesha Diajak Keliling Kota Naik Mobil Patroli Polres Kebumen
Melalui Qurban, PTJ Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Kapolda Jabar Gelar Sholat Idul Adha Bersama Personel dan Masyarakat di Mapolda Jabar
PMI Kabupaten Bandung Gelar Donor Darah Rutin, Wujud Kepedulian Kemanusiaan di Hari Kebangkitan Nasional
Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:53 WIB

Polisi Ekshumasi Jenazah Boy Simamora di Tapanuli Tengah untuk Selidiki Penyebab Kematian

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:58 WIB

Jumat Berkah Serentak, Polisi Santuni 1.000 Anak Yatim di 20 Polsek

Senin, 1 Juni 2026 - 11:27 WIB

Kapolsek Cikalong Wetan AKP Deden Indrajaya Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 1 Juni 2026 - 10:02 WIB

Polres Kebumen Gaungkan Semangat Pancasila dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

Ulang Tahun ke-7, Myesha Diajak Keliling Kota Naik Mobil Patroli Polres Kebumen

Tajuk Populer