Edshareon: Adib Khumaidi Bongkar Fakta di Balik Kasus BPJS, Perundangan Salah, Tapi Sistem Juga Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

EDSHAREON: ADIB KHUMAIDI BONGKAR FAKTA DI BALIK KASUS BPJS — PERUNDUNGAN SALAH, TAPI SISTEM JUGA BERTANGGUNG JAWAB. (Dok- Foto)

EDSHAREON: ADIB KHUMAIDI BONGKAR FAKTA DI BALIK KASUS BPJS — PERUNDUNGAN SALAH, TAPI SISTEM JUGA BERTANGGUNG JAWAB. (Dok- Foto)

Tunggu 8 Jam, Dirundung Tenaga Medis dan Nakes, Meninggal 9 Hari Kemudian — Pembenahan Menyeluruh Harus Jadi Prioritas

 

MAJALAH CEO | JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Fakta-fakta di balik kasus pasien BPJS yang viral semakin terungkap dalam Podcast EdShareOn yang dipandu Eddy Wijaya. Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT., Ketua Umum PB IDI, menegaskan bahwa perundungan terhadap pasien adalah kesalahan yang tidak dapat dibenarkan, namun krisis pelayanan kesehatan yang lebih dalam juga ikut bertanggung jawab. Pasien tersebut diketahui menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap, kemudian dirundung oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan, dan dikabarkan meninggal dunia sembilan hari setelah kejadian tersebut. Peristiwa ini memicu kecaman luas, namun Adib mengajak masyarakat melihat gambaran secara utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu Kasus, Dua Sisi yang Harus Dilihat

Kasus bermula dari unggahan pasien BPJS yang mengeluhkan waktu tunggu yang sangat lama. Respons yang diterima justru berupa komentar merundung dari sejumlah tenaga medis maupun tenaga kesehatan. Unggahan tersebut viral dan memicu kemarahan publik. Sembilan hari kemudian, pasien dikabarkan meninggal dunia, yang memperbesar gelombang protes. Belum diketahui penyebab kematian secara pasti. Adib Khumaidi menegaskan bahwa perundungan itu jelas salah, namun masyarakat tidak boleh mengabaikan fakta bahwa keterbatasan sistem juga ikut menciptakan tekanan yang berujung pada pelayanan yang kurang memadai.

Jangan Hanya Menindak, Tetapi Juga Memperbaiki

“Perundungan itu salah, tidak ada alasan yang bisa membenarkannya. Tapi mari kita jujur, sistem yang tertekan, fasilitas yang terbatas, dan beban kerja yang berlebih juga menjadi latar belakang masalah ini,” ujar Adib bersama Eddy Wijaya. “Kita tidak bisa hanya menindak individu tanpa memperbaiki sistem yang menciptakan tekanan tersebut. Pembenahan harus mencakup peningkatan fasilitas, kebijakan yang mendukung, serta kesejahteraan tenaga kesehatan. Tanpa itu, kasus serupa akan terus berulang.”

Keseimbangan Antara Tanggung Jawab Individu dan Sistem

Adib menegaskan bahwa tanggung jawab individu tetap ada, namun pembenahan sistem adalah keharusan agar seluruh tenaga kesehatan dapat bekerja dengan tenang dan manusiawi. “Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, penyelenggara layanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Menyalahkan satu pihak tanpa melihat gambaran besar tidak akan menyelesaikan masalah secara berkelanjutan,” tambahnya.***

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Asep Japar Resmi Menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi Periode 2026-2031
BULOG Bersama Menko Pangan Luncurkan Bantuan Pangan Periode Okt-Des 2026 dan Tambahan SPHP di Kabupaten Asahan
Aya Soraya Dorong Peran Perempuan dalam Aksi Sosial dan Kepedulian terhadap Korban Bencana
Dugaan Kelalaian Pemerintah Desa Cihamerang Disorot, Warga Luapkan Kekecewaan dalam Forum Pertemuan
Mediasi Kandang Ayam di Nagrak Capai Kesepahaman, Pemilik Siap Patuhi Keputusan Pemerintah
251 Gerai KDKMP di Kabupaten Sukabumi Selesai Dibangun, 88 Unit Mulai Jalani Verifikasi
Wabup Tapteng Resmi Buka Turnamen Futsal Bupati Cup I AFKAB Tahun 2026: Diikuti 43 Tim SMP se-Tapteng, Sibolga, dan Dairi
Kadis Perkim Sukabumi Buka Penjelasan soal Paving Block Relokasi PKL Sekarwangi

LINI MASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Asep Japar Resmi Menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:37 WIB

BULOG Bersama Menko Pangan Luncurkan Bantuan Pangan Periode Okt-Des 2026 dan Tambahan SPHP di Kabupaten Asahan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Aya Soraya Dorong Peran Perempuan dalam Aksi Sosial dan Kepedulian terhadap Korban Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Dugaan Kelalaian Pemerintah Desa Cihamerang Disorot, Warga Luapkan Kekecewaan dalam Forum Pertemuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Mediasi Kandang Ayam di Nagrak Capai Kesepahaman, Pemilik Siap Patuhi Keputusan Pemerintah

TAJUK HARI INI