Tunggu 8 Jam, Dirundung Tenaga Medis dan Nakes, Meninggal 9 Hari Kemudian — Pembenahan Menyeluruh Harus Jadi Prioritas
MAJALAH CEO | JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Fakta-fakta di balik kasus pasien BPJS yang viral semakin terungkap dalam Podcast EdShareOn yang dipandu Eddy Wijaya. Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT., Ketua Umum PB IDI, menegaskan bahwa perundungan terhadap pasien adalah kesalahan yang tidak dapat dibenarkan, namun krisis pelayanan kesehatan yang lebih dalam juga ikut bertanggung jawab. Pasien tersebut diketahui menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap, kemudian dirundung oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan, dan dikabarkan meninggal dunia sembilan hari setelah kejadian tersebut. Peristiwa ini memicu kecaman luas, namun Adib mengajak masyarakat melihat gambaran secara utuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu Kasus, Dua Sisi yang Harus Dilihat
Kasus bermula dari unggahan pasien BPJS yang mengeluhkan waktu tunggu yang sangat lama. Respons yang diterima justru berupa komentar merundung dari sejumlah tenaga medis maupun tenaga kesehatan. Unggahan tersebut viral dan memicu kemarahan publik. Sembilan hari kemudian, pasien dikabarkan meninggal dunia, yang memperbesar gelombang protes. Belum diketahui penyebab kematian secara pasti. Adib Khumaidi menegaskan bahwa perundungan itu jelas salah, namun masyarakat tidak boleh mengabaikan fakta bahwa keterbatasan sistem juga ikut menciptakan tekanan yang berujung pada pelayanan yang kurang memadai.
Jangan Hanya Menindak, Tetapi Juga Memperbaiki
“Perundungan itu salah, tidak ada alasan yang bisa membenarkannya. Tapi mari kita jujur, sistem yang tertekan, fasilitas yang terbatas, dan beban kerja yang berlebih juga menjadi latar belakang masalah ini,” ujar Adib bersama Eddy Wijaya. “Kita tidak bisa hanya menindak individu tanpa memperbaiki sistem yang menciptakan tekanan tersebut. Pembenahan harus mencakup peningkatan fasilitas, kebijakan yang mendukung, serta kesejahteraan tenaga kesehatan. Tanpa itu, kasus serupa akan terus berulang.”
Keseimbangan Antara Tanggung Jawab Individu dan Sistem
Adib menegaskan bahwa tanggung jawab individu tetap ada, namun pembenahan sistem adalah keharusan agar seluruh tenaga kesehatan dapat bekerja dengan tenang dan manusiawi. “Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, penyelenggara layanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Menyalahkan satu pihak tanpa melihat gambaran besar tidak akan menyelesaikan masalah secara berkelanjutan,” tambahnya.***











