Majalah CEO | Jakarta – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali memuncak tajam dalam beberapa jam terakhir, setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan balasan yang berpotensi memicu konflik terbuka yang lebih luas di kawasan strategis tersebut. Pertukaran serangan ini terjadi setelah lebih dari sebulan situasi relatif tenang, dan kini menjadi sorotan utama mata dunia di awal bulan ini. Senin, (1/9 2026).
Menurut laporan resmi yang diterima hari ini, gelombang aksi militer bermula ketika pasukan Amerika Serikat menyerang dua peluncur rudal milik Iran yang terletak di Pulau Larak, wilayah perairan selatan. Serangan AS ini menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya, menurut keterangan pejabat pertahanan AS. Tak lama setelah serangan itu, Iran tidak tinggal diam dan membalas dengan meluncurkan rudal balasan ke arah dua pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Yordania dan Uni Emirat Arab. Serangan balasan Teheran ini menargetkan langsung personel dan fasilitas militer AS yang mendukung keamanan di Teluk Persia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.