Sementara itu, di forum internasional, para pemimpin dunia dan organisasi multilateral mulai bergerak meredam krisis. Pemerintah Rusia mengisyaratkan siap menjadi penengah, sementara Tiongkok dan Uni Eropa menyerang penghentian tembakan segera dan kembali ke meja perundingan. Analis geopolitik menekankan bahwa risiko terbesar saat ini adalah kesalahpahaman militer yang bisa mengubah pertukaran serangan terbatas menjadi perang skala penuh yang melibatkan sekutu-sekutu di kawasan, seperti Israel dan negara-negara Teluk Persia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda penurunan ketegangan. Pasukan di kedua sisi tetap dalam status siaga tempur tertinggi, dan dunia memantau dengan napas tertahan apakah langkah balasan berikutnya akan diambil Washington maupun Teheran dalam waktu dekat ini. Konflik ini menjadi ujian serius bagi arsitektur keamanan Timur Tengah yang sudah rapuh dan stabilitas ekonomi global yang bergantung pada pasokan energi yang aman dan terjangkau.****
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.