Ketegangan Meningkat di Timur Tengah: AS dan Iran Saling Serang, Dunia Pantau Risiko Perang Meluas

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 08:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Amerika Serikat menyerang dua peluncur rudal milik Iran yang terletak di Pulau Larak, wilayah perairan selatan. (Dok-Foto Ilustrasi)

Amerika Serikat menyerang dua peluncur rudal milik Iran yang terletak di Pulau Larak, wilayah perairan selatan. (Dok-Foto Ilustrasi)

Menanggapi eskalasi cepat ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan tegas. Dalam wawancara telepon bersama media Fox News, Trump mengancam akan membalas dengan kekuatan besar. “Kami akan memukul mereka dengan keras. Akan ada tanggapan lanjutan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihak militer AS sempat mencegat sebagian rudal yang diluncurkan Iran, dan membiarkan satu rudal lewat karena dinilai tidak mengancam sasaran penting . Sebelumnya, Presiden AS juga membagikan unggahan video yang diduga buatan kecerdasan buatan yang menggambarkan hancurnya pusat minyak penting Iran di Pulau Kharg, meskipun pihak militer AS mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut tidak diserang dalam operasi semalam dan pihak Iran menilai unggahan itu tidak berdasar dan lucu.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan pernyataan yang lebih moderat namun tetap tegas saat menghadiri KTT di Kirgizstan. Pezeshkian menyatakan bahwa perpanjangan konflik tidak menguntungkan pihak mana pun dan merusak kawasan. “Kami terus berupaya mencari jalan kesepakatan dan pemahaman, dan kami yakin bahwa perang tidak menguntungkan kami maupun wilayah ini. Solusi yang ada adalah dialog dan kerja sama,” ucapnya, namun menegaskan Iran berhak membela diri. Ia juga menyampaikan kepada Perdana Menteri Pakistan bahwa Iran siap melaksanakan nota kesepahaman selama pihak lawan juga memegang janji.

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional yang mendalam, terutama terkait keamanan jalur pelayaran penting dunia, Selat Hormuz. Jalur ini menjadi jalur keluar-masuk sepertiga pasokan minyak dunia. Donald Trump menyebutkan bahwa jalur tersebut masih berjalan normal dengan sekitar 30 kapal melintas setiap malam, namun Iran telah memperingatkan bahwa serangan baru AS akan dijawab dengan balasan yang jauh lebih hebat dan luas. Pemerintah Yordania dan Uni Emirat Arab pun kini berada dalam kewaspadaan tertinggi, serta meminta dukungan diplomatik untuk mencegah wilayah mereka menjadi medan bentrokan antara dua kekuatan besar tersebut.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Konflik Rusia–Ukraina Memanas: Serangan Infrastruktur dan Ketegangan Meningkat
VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia
Donald Trump: Negara Yang Bantu Iran Akan Diberikan Konsekuensi Ekonomi Berat
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: Warisan Kemajuan dan Perubahan
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Inovasi dalam model bisnis: Teknologi Disruptif dan Tren yang Muncul

Komentar

Baca Juga

Rabu, 2 September 2026 - 07:26 WIB

Konflik Rusia–Ukraina Memanas: Serangan Infrastruktur dan Ketegangan Meningkat

Selasa, 1 September 2026 - 08:56 WIB

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah: AS dan Iran Saling Serang, Dunia Pantau Risiko Perang Meluas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:27 WIB

Donald Trump: Negara Yang Bantu Iran Akan Diberikan Konsekuensi Ekonomi Berat

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Tajuk Hari Ini