Aksi Damai Dipimpin A.Sembiring dan Kordinator Lapangan Yosef Arfi, Tuntut Walikota Medan Copot Camat, Lurah dan Kepling

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Medan – Perlawanan warga terhadap penembokan jalan umum Gang Anggrek, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, makin memanas.

Minggu pagi, (11/10/2026), sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga Gang Anggrek berkumpul tepat di depan tembok beton yang sudah berdiri angkuh selama 3 minggu terakhir.

Aksi damai ini dipimpin Koordinator Aksi A. Sembiring dan Koordinator Lapangan Yose Arfi. Secara tertib, warga dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga pemuda membubuhkan tanda tangannya satu per satu di atas kain putih sepanjang 5 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pengeras suara, A. Sembiring menegaskan aksi harus tetap tenang, damai, tidak anarkis dan satu komando. Ia juga meminta warga tidak terpancing provokasi dan hasutan dari orang-orang suruhan oknum penembok jalan.

Pantauan di lokasi, kain putih bertuliskan tegas “KAMI MENOLAK PENEMBOKAN GANG ANGGREK !!!” telah dipenuhi tanda tangan warga. Di bagian bawahnya tertulis tuntutan keras:

1. Copot Camat Medan Sunggal.

2.Copot Lurah Sunggal.

3. Copot Kepling Empat (4).

“Kain putih ini kami tandatangani bersama dan akan kami serahkan kepada Wali Kota Medan Rico Waas pada aksi kedua hari Senin 12 Oktober 2026 besok. Ini bukti warga kompak menolak penembokan jalan umum. Sudah 3 minggu jalan ditembok, pemerintah diam saja,” ujar salah seorang warga.

Warga menegaskan, Gang Anggrek adalah jalan umum yang sudah digunakan sejak tahun 1956 dan bahkan pernah dicor melalui program PNPM Mandiri pada tahun 2014. Karena itu penembokannya dinilai tidak memiliki dasar hukum.

“Kami tunjukkan bahwa Gang Anggrek bukan milik mafia tanah. Ini milik masyarakat,” tegas warga.

Melalui aksi ini, warga mendesak Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera mencopot Camat Medan Sunggal, Lurah Sunggal, dan Kepling 4 yang dinilai membiarkan bahkan diduga mengawal penembokan jalan umum tersebut.

Aksi sempat memanas saat Kepling 4 Marsudin mendatangi lokasi ketika massa hendak membubarkan diri. Warga yang kecewa karena Kepling diduga berpihak kepada penembok jalan, langsung mengejarnya dengan sumpah serapah.

Beruntung keributan tidak membesar. Beberapa warga yang lebih tenang meminta Kepling 4 Marsudin segera meninggalkan lokasi untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius Agung Semarang, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Polisi Bersama Masyarakat
Ironi Rp4,7 Miliar: Disperkim Bersikukuh “Bukan Alun-Alun” di Atas Papan Pengumuman Alun-Alun 
Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung, Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI Disambut Hangat DPW Bali
Penemuan Bayi Perempuan di Sipange Tapteng
Ketua TP PKK Tapteng Tinjau SPPG: Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Lingkungan
SMAN 1 Parungkuda dan HIJI Sukabumi Bangun Sinergi, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dengan Insan Pers
Pemkab Tapteng Gelar Gotong Royong Berkelanjutan Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Tukka dan Badir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Aksi Damai Dipimpin A.Sembiring dan Kordinator Lapangan Yosef Arfi, Tuntut Walikota Medan Copot Camat, Lurah dan Kepling

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius Agung Semarang, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Ironi Rp4,7 Miliar: Disperkim Bersikukuh “Bukan Alun-Alun” di Atas Papan Pengumuman Alun-Alun 

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung, Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI Disambut Hangat DPW Bali

TAJUK HARI INI