Dialog Antara Allah Dengan Ruh

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 14:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Dialog ini bukanlah pertukaran kata-kata seperti yang kita kenal di dunia fana, melainkan komunikasi yang bersifat ilahi, menyentuh inti eksistensi setiap ruh.(Dok-Foto Ilustrasi)

Dialog ini bukanlah pertukaran kata-kata seperti yang kita kenal di dunia fana, melainkan komunikasi yang bersifat ilahi, menyentuh inti eksistensi setiap ruh.(Dok-Foto Ilustrasi)

Ruh bertanya: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa tetap dekat dengan-Mu di tengah hiruk-pikuk dunia?” Allah menjawab: “Dengan mengingat-Ku dalam setiap napas, dengan berbuat kebaikan kepada sesama makhluk-Ku, dan dengan merenungi kebesaran ciptaan-Ku. Setiap kali engkau merasa terjatuh, ingatlah bahwa-Ku selalu siap menerima kembalimu dengan kasih yang tidak terbatas.”

 

Tentang Cinta dan Pengorbanan

“Apa itu cinta sejati, Ya Tuhanku?” tanya ruh. Allah menjawab: “Cinta sejati adalah mencintai apa yang-Ku cintai, dan mengasihi sesama dengan cara yang-Ku ajarkan. Ia tidak mengenal keegoisan atau keserakahan, melainkan penuh dengan pengorbanan dan pengertian. Cinta adalah jembatan yang menghubungkan engkau dengan-Ku dan dengan semua ciptaan-Ku.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruh merenungkan kata-kata itu, lalu berkata: “Aku khawatir tidak akan mampu menjalani semua ujian yang akan datang.” Allah dengan lembut berkata: “Aku tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuanmu. Setiap kesulitan ada hikmahnya, dan di balik setiap kegelapan selalu ada cahaya-Ku yang menuntun. Percayalah pada-Ku, karena-Ku tahu apa yang terbaik untukmu.”

 

Akhir Dialog

Sebelum ruh diturunkan ke dunia, Allah mengucapkan: “Ingatlah dialog ini, hai ruh-Ku. Kapan pun engkau merasa tersesat, dengarlah suara-Ku yang selalu ada dalam kedalaman hatimu. Aku akan selalu menunggu kembalimu ke sisi-Ku, sebagai hamba yang telah selesai menjalani perjalanannya.”

Ruh dengan penuh kesadaran dan keyakinan menjawab: “Terima kasih Ya Tuhanku atas kasih dan rahmat-Mu yang tak terhingga. Aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalani hidup dengan benar dan kembali kepada-Mu dengan hati yang bersih.”****

BACA SELENGKAPNYA:  Inilah Suami Istri Yang Saling Menyelamatkan Dari Neraka
Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Keutamaan Menutup Aib Seorang Muslim
Tangisan Iblis di Depan Pintu Langit
Pelajaran Hidup dari Al-Qur’an: Ketabahan, Pasrah, dan Keyakinan pada Takdir-Nya
Keutamaan Menjaga Lisan
Saat Rasulullah ﷺ Diperlihatkan Surga dan Neraka
Suami yang Menjadi Syafaat Istrinya
Inilah Suami Istri Yang Saling Menyelamatkan Dari Neraka
Jika Allah Maha Kuasa: Mengapa Laut Merah Tidak Terbelah Begitu Saja, Mengapa Allah Menyuruh Musa Memukul Tongkatnya?

Baca Juga

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Keutamaan Menutup Aib Seorang Muslim

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Tangisan Iblis di Depan Pintu Langit

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Pelajaran Hidup dari Al-Qur’an: Ketabahan, Pasrah, dan Keyakinan pada Takdir-Nya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:52 WIB

Keutamaan Menjaga Lisan

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:22 WIB

Saat Rasulullah ﷺ Diperlihatkan Surga dan Neraka

Tajuk Populer