Djayadi Hanan Soroti Kinerja Pemerintah Prabowo, Jadi Penentu Kepercayaan Publik hingga 2029

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Djayadi Hanan Soroti Kinerja Pemerintah Prabowo, Jadi Penentu Kepercayaan Publik hingga 2029( Dok-Foto)

Djayadi Hanan Soroti Kinerja Pemerintah Prabowo, Jadi Penentu Kepercayaan Publik hingga 2029( Dok-Foto)

MAJALAH CEO | JAKARTA, 12 Agustus 2026 — Perkembangan tingkat kepuasan, popularitas, dan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian dalam perbincangan politik nasional. Persoalan tersebut dibahas dalam Podcast EdShareOn bersama Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, Ph.D., yang dipandu Eddy Wijaya.

Dalam diskusi tersebut, Djayadi mengajak masyarakat tidak hanya melihat hasil survei berdasarkan kenaikan atau penurunan angka. Menurutnya, perubahan persepsi publik perlu dibaca bersamaan dengan bagaimana masyarakat menilai kebijakan pemerintah serta dampak yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Program Pemerintah Harus Terlihat Hasilnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Djayadi menilai keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur melalui tingkat popularitas seorang pemimpin. Hal yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah menerjemahkan berbagai agenda prioritas menjadi program yang benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketika kebijakan berjalan sesuai sasaran dan hasilnya dapat dirasakan secara langsung, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berpotensi semakin kuat. Sebaliknya, pelaksanaan yang lambat, target yang tidak tercapai, atau manfaat program yang belum dirasakan secara luas dapat memengaruhi penilaian publik.

Karena itu, menurut Djayadi, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap program memiliki capaian yang jelas dan dapat dievaluasi. Hasil pelaksanaan di lapangan pada akhirnya akan menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

Komunikasi Pemerintah Tak Kalah Penting

Selain persoalan pelaksanaan program, komunikasi pemerintah kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Kebijakan yang sebenarnya memiliki tujuan baik dapat menimbulkan persepsi berbeda apabila informasi mengenai program tersebut tidak disampaikan secara jelas.

Pemerintah dinilai perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka, sederhana, dan mudah dipahami. Masyarakat harus mengetahui apa tujuan sebuah kebijakan, siapa penerimanya, bagaimana mekanismenya, serta sejauh mana hasil yang telah dicapai.

BACA SELENGKAPNYA:  Pemerintah Berencana Kembali Membubarkan 700 BUMN Yang di Nilai Buruk

Menurut Djayadi, komunikasi yang efektif dapat membantu memperkecil jarak antara kebijakan yang dibuat pemerintah dengan pemahaman masyarakat. Hal tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kepercayaan publik.

Tantangan Pemerintahan Prabowo

Dalam perbincangan itu, sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo turut menjadi sorotan. Mulai dari pencapaian program prioritas, peningkatan efektivitas birokrasi, pengelolaan pemerintahan hingga kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.

Djayadi melihat bahwa tantangan tersebut saling berkaitan. Program yang bagus membutuhkan birokrasi yang mampu bekerja secara efektif, sementara keberhasilan program juga perlu dikomunikasikan secara tepat agar masyarakat memahami hasil yang telah dicapai.

Dengan demikian, keberhasilan pemerintahan tidak hanya bergantung pada banyaknya kebijakan yang diluncurkan, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan serta dampak yang ditimbulkannya bagi masyarakat.

Rekam Jejak Pemerintahan Berpengaruh pada 2029

Menjelang Pemilihan Presiden 2029, kinerja pemerintahan saat ini diperkirakan menjadi salah satu bahan pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan politik. Pengalaman warga terhadap kebijakan pemerintah dapat membentuk penilaian yang kemudian berkembang menjadi preferensi politik.

Jika berbagai program pemerintah mampu memberikan manfaat yang konkret, kondisi tersebut dapat menjadi modal positif bagi tingkat kepercayaan masyarakat. Namun, persoalan dalam pelaksanaan kebijakan juga berpotensi menjadi bahan kritik dan evaluasi.

Karena itu, perjalanan pemerintahan selama periode berjalan akan menjadi bagian penting dari rekam jejak politik yang dapat memengaruhi dinamika menjelang kontestasi nasional berikutnya.

Efisiensi Birokrasi Perlu Diperkuat

Djayadi juga menyoroti pentingnya menciptakan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Menurutnya, berbagai program tidak boleh terhambat oleh prosedur yang berbelit, koordinasi antarlembaga yang lemah, ataupun tumpang tindih kewenangan.

Efisiensi diperlukan agar anggaran, sumber daya, dan kebijakan yang telah disiapkan dapat menghasilkan manfaat secara optimal. Semakin cepat dan tepat pelayanan pemerintah diterima masyarakat, semakin besar pula peluang munculnya penilaian positif terhadap kinerja pemerintah.

BACA SELENGKAPNYA:  Seleksi Taruna Akpol Masuk Tahap Akhir, Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Catar

Pada akhirnya, keberhasilan program, kualitas komunikasi, dan efektivitas birokrasi menjadi tiga unsur yang saling melengkapi dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Survei sebagai Cermin Persepsi Publik

Eddy Wijaya dalam diskusi tersebut menyimpulkan bahwa hasil survei sebaiknya ditempatkan sebagai gambaran mengenai kondisi persepsi masyarakat pada waktu tertentu. Angka survei dapat berubah mengikuti perkembangan situasi politik, ekonomi, maupun keberhasilan kebijakan pemerintah.

Namun, ukuran yang lebih menentukan dalam jangka panjang adalah pengalaman nyata masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Apa yang dirasakan dan diterima masyarakat dari berbagai kebijakan akan menjadi dasar dalam membentuk penilaian terhadap pemerintah.

Podcast EdShareOn yang menghadirkan Djayadi Hanan tersebut membahas secara luas hubungan antara kinerja pemerintahan, persepsi publik, popularitas politik, hingga kemungkinan pengaruhnya terhadap dinamika politik menuju 2029. Perbincangan selengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube EdShareOn Eddy Wijaya dan platform resmi EdShareOn.

“Sukses itu, hanya masalah waktu.”

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026
Ketua FKI-1 DPP Sumut Serahkan Laporan Dugaan Mark-Up Anggaran Pembangunan Revitalisasi SD Negeri 100908 Ampolu II ke PTSP Kejatisu Sumatera Utara
Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Apel Gabungan Tekankan Displin ASN dan Budaya Kerja Berorientasi Pelayanan
Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal
Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan Ribuan perlengkapan Sekolah Dalam Rangka Hari Jadi Ke-81
7 Bulan Beroperasi, Langgar UU Ketenagakerjaan, SPPG Sunggal 2 Di Suspen BGN Dan Di Sidak Disnakerprovsu, Pekerjanya Tak Miliki BPJS Kesehatan

Baca Juga

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Ketua FKI-1 DPP Sumut Serahkan Laporan Dugaan Mark-Up Anggaran Pembangunan Revitalisasi SD Negeri 100908 Ampolu II ke PTSP Kejatisu Sumatera Utara

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Apel Gabungan Tekankan Displin ASN dan Budaya Kerja Berorientasi Pelayanan

Tajuk Populer