Acara dibuka dengan sambutan oleh Munawar Chalil, Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS), yang menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang terbuka dan berbasis data. “Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini,” ujar Munawar Chalil.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sri Vista Limbong, mewakili Seven Event selaku penyelenggara GIIAS, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai bagian dari upaya memperkaya diskusi mengenai masa depan industri otomotif nasional.
Diskusi panel menghadirkan para pemimpin industri otomotif dari berbagai latar belakang, yakni Philardi Sobari mewakili prinsipal otomotif asal Jepang serta Ricky Christian, Constantinus Herlijoso dan Arie Hermawan yang mewakili prinsipal otomotif asal Tiongkok. Forum ini juga menghadirkan Joshua Pardede, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, yang memberikan perspektif mengenai kondisi ekonomi nasional dan pengaruhnya terhadap percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Joshua Pardede, menyampaikan bahwa, sesungguhnya pasar atau masyarakat sudah menemukan right fit-nya. Pemilihan jenis mobil listrik bukan terletak pada teknologi yang dianggap lebih unggul antara BEV, HEV dan PHEV. Kenaikan serentak ketiga teknologi tersebut menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling. Sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















