“Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul,” demikian menurut Joshua.
Melalui beragam sudut pandang tersebut, diskusi mengulas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, keunggulan dan tantangan masing-masing teknologi, kesiapan infrastruktur, perilaku konsumen, hingga kebijakan yang diperlukan untuk membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Melalui sesi diskusi interaktif, para peserta juga berkesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan mengenai tantangan maupun peluang pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Berbagai perspektif yang muncul diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai teknologi elektrifikasi yang paling sesuai dengan karakteristik pasar, kebutuhan masyarakat, dan arah pembangunan industri otomotif nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penyelenggaraan Dialog Otomotif Nasional ini, ICMS berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun pemahaman bersama mengenai arah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong dialog yang berkelanjutan, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan nasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap lahirnya kebijakan dan strategi pengembangan industri otomotif yang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.***















