Ekonom Ingatkan Risiko Fiskal
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai mekanisme penanggungan klaim terlebih dahulu oleh PT PII dapat membantu menahan tekanan terhadap APBN dalam jangka pendek.
Namun, pemerintah tetap perlu menghitung secara cermat dampak fiskal dari pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman sebelumnya menilai penunjukan SMV Kemenkeu untuk mengelola utang KCIC nantinya lebih berfungsi sebagai penyangga atau buffer.
Pemerintah juga dinilai perlu melakukan stress test untuk mengukur dampak fiskal dari keputusan pengambilalihan 60 persen porsi saham PT KCIC.
Langkah tersebut diperlukan untuk memetakan berbagai kemungkinan risiko terhadap keuangan negara, terutama apabila kinerja proyek tidak berjalan sesuai dengan proyeksi.
Dengan pengalihan pengelolaan yang dijadwalkan mulai 15 September 2026, pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan skema utang, mekanisme penjaminan, serta pembagian risiko Whoosh dapat berjalan terukur tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBN.***
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.