Photo Moment Tjit Guek Pua, Yayasan Sosial Dharma Karya Golo Nam Min Pasar V Medan Sunggal Bagi 500 Paket Sembako

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Namo Buddhaya dan Salam Sejahtera Semuanya

Yayasan Sosial Dharma Karya Golo Nam Min Pasar V menggelar ritual budaya Tionghoa, praktik ini dikenal dengan istilah “Pho Tho” atau “Pelimpahan Jasa Kebajikan”, dan dalam bahasa Pāli disebut “Pattidāna”, bertujuan untuk menyalurkan kebajikan yang telah dilakukan oleh orang hidup kepada mereka yang telah tiada, terutama roh yang terlahir sebagai makhluk “peta” (roh kelaparan/gentayangan).

Dalam ajaran Buddha, tercatat di “Tirokuṭṭa Sutta”, bahwa makhluk yang telah meninggal dapat merasakan manfaat kebatinan dari kebajikan yang didedikasikan dengan pikiran tulus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kebajikan ini tidak dipindahkan secara fisik, melainkan melalui kebahagiaan batin (anumodanā) yang muncul pada batin penerima, yakni turut bersukacita/berbahagia, yang menjadi sebab timbulnya kamma baik baru (psikologis-spiritual).

Maka jelas hal tersebut hanya akan terjadi, jika terpenuhi syarat-syarat, yakni:

1. Orang hidup melakukan kebajikan (dana, sila, bhavana).

2. Kebajikan diingat dan dipersembahkan kepada yang meninggal.

3. Roh yang dituju merasa sukacita (mudita) dan mendapat manfaat dari kebahagiaan tersebut.

Senyogianya, pelimpahan jasa mengajarkan sifat welas asih (karuṇā) dan menghindarkan keyakinan keliru bahwa pahala dapat berpindah/ ditransnfer dengan otomatis tanpa tindakan realita dan keterlibatan batin penerima.

Moment Pho Tho, kerap dilanjuti dengan ritual “Chau Thu”/”Penyeberangan Arwah”, dilakukan pada hari ketujuh sejak kematian dan berlangsung tujuh kali.

Praktik tersebut dinyakini mampu membantu roh keluar dari samsara menuju alam yang lebih bahagia, bahkan kelahiran di Tanah Suci (Sukhāvatī). Juga dikenal dengan sebutan “Ullambana”, yang terinspirasi dari kisah bhiksu Maudgalyāyana dalam menyelamatkan ibundanya dari alam neraka.

Ritual Chau Thu meliputi pembacaan sutra (Amitābha Sūtra dan Kṣitigarbha Sūtra), mantra penyeberangan, persembahan makanan dan dupa, serta pelimpahan jasa.

Baca Juga :  Polsek Teluk Nibung Berbagi Rezeki Lewat Jumat Berkah

Perlu diketahui, makna ritual Pho Tho maupun Chau Thu sejatinya sama, keduanya mengunkapkan prinsip hukum sebab-akibat, sebab musabab dan sebab berkelanjutan.

Dalam hal ini, dimana, kondisi roh/arwah bergantung pada kondisi batin masing-masing. Kedua aktivitas diatas mengisaratkan perwujudan nilai sosial dan rasa bakti antar-generasi.

Secara praktis, kedua ritual tersebut saling melengkapi. Pelimpahan jasa memberi landasan doktrin logis, sedangkan penyeberangan arwah memberikan dimensi budaya dan emosional. Keduanya mendorong umat untuk berbuat kebajikan nyata, membantu transformasi batin arwah, dan menepis anggapan tahyul bahwa pahala bisa berpindah secara instan hanya lewat ritual.

Ajaran Buddha menegaskan setiap makhluk adalah pemilik kamma masing-masing (atta hi attano nātho, diri adalah pelindung bagi diri sendiri). Tindakan spiritual semata bersifat kondisional, bukan jaminan mutlak. Roh yang semasa hidup berbuat kebajikan akan lebih mudah terhubung dengan jasa yang dilimpahkan.

Singkat kata, Pho Tho maupun Chau Thu bukan sekadar ritual, melainkan perwujudan nyata akan sifat cinta kasih, welas asih, dan pemahaman mendalam dalam memperkuat hubungan dengan semua makhluk melampaui batas kehidupan dan kematian. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Sadhu, Sadhu, Sadhu!.

Dalam Kegiatan Photo Momen Moment Tjit Guek Pua, Yayasan Sosial Dharma Karya Golo Nam Min Pasar V Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan mwmbagian 500 Paket Sembako kepada warga sekitar kaum dhuafa tanpa membedakan Agana.

Pengurus Yayasan Sosial Dharma Karya Golo Nam Min Pasar V Tekling, Boenn chai, Aek, Bendahara
Anita/Ahui mengucapkan terima kasih kepada Donatur dan Tim Sofyan Tan yang bekerjasana sehingga acara ini berjalan dengan sukses.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak sehingga acara ini berjalan dengan sukses,” ungkap Pengurus Yayasan Sosial Dharma Karya Golo Nam Min Pasar V Tekling,**

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.
Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:46 WIB

Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Kamis, 16 April 2026 - 09:30 WIB

Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal

Rabu, 15 April 2026 - 10:42 WIB

Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ

Berita Terbaru