Jelang Bulan K3, PAKKI Minta Kadisnaker Sumut Kumpulkan Stake Holder K3, Data Kemnaker Tahun 2025 Kasus Kecelakaan Kerja Meningkat Sekitar 12 %,

- Reporter

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional adalah periode peringatan tahunan di Indonesia, dari tanggal 12 Januari hingga 12 Februari, untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan membudayakan K3 di tempat kerja dan lingkungan lainnya, guna mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta melindungi pekerja di era digitalisasi.

Angka kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan signifikan di awal tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), hingga April 2025 tercatat 47.300 kasus kecelakaan kerja, atau meningkat sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Pengawasan K3 Kemnaker, Dwi Santosa, menyebutkan bahwa lonjakan angka kecelakaan ini didominasi oleh sektor konstruksi, manufaktur, serta transportasi dan logistik. Ketiga sektor tersebut tercatat sebagai penyumbang kasus kecelakaan tertinggi, terutama pada proyek-proyek strategis nasional yang sedang gencar dilaksanakan.

“Faktor utama kenaikan ini adalah kelalaian terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), minimnya pelatihan bagi tenaga kerja baru, serta masih banyak perusahaan yang belum menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar,” ujar Dwi saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/5).

Rincian Kasus Kecelakaan Kerja
Dari 47.300 kasus yang tercatat:

29% terjadi di sektor konstruksi

26% di sektor manufaktur

18% di sektor transportasi dan logistik

Sisanya di pertambangan, pertanian, dan sektor lainnya.

Jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi antara lain:

Terjatuh dari ketinggian

Tertimpa material atau alat berat

Terpapar bahan berbahaya

Kecelakaan lalu lintas saat perjalanan dinas

Keracunan gas di ruang terbatas

Faktor Utama Penyebab Kecelakaan
Menurut Dwi Santosa, ada lima faktor utama yang menyebabkan masih tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia:

BACA SELENGKAPNYA:  Kasatpol PP Kota Medan Di Minta Patuhi K3 Dalam Eksekusi Bangunan, Jangan Sampai Timbul Korban Nyawa Lagi

Kelalaian prosedur K3 oleh pekerja dan pengawas

Kurangnya pelatihan K3 khususnya untuk pekerja baru

Penggunaan APD yang tidak sesuai atau tidak lengkap

Minimnya inspeksi rutin dan audit peralatan kerja

Kurangnya budaya keselamatan di lingkungan kerja

Dwi juga menegaskan bahwa kesadaran manajemen perusahaan terhadap pentingnya K3 masih tergolong rendah, terutama di perusahaan skala kecil dan menengah.

Langkah Antisipasi Pemerintah
Sebagai bentuk antisipasi, Kemnaker akan melakukan beberapa langkah strategis:

Meningkatkan pengawasan di sektor-sektor berisiko tinggi

Memperketat penerapan sistem manajemen K3 berbasis ISO 45001

Menggelar pelatihan K3 massal untuk pekerja proyek strategis nasional

Menerapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai menjalankan K3

“Kami juga akan mendorong program Safety Patrol dan Safety Talk rutin di semua proyek dan pabrik, sebagai upaya pencegahan dini,” kata Dwi.

Tanggapan dari Pengamat K3

Budhi Santri Kusuma dari PAKKI (Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia menyatakan bahwa kasus kecelakaan kerja di Indonesia seharusnya bisa ditekan jika perusahaan konsisten menjalankan sistem manajemen K3 dengan baik.

Faktor utama kenaikan ini adalah kelalaian terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), minimnya pelatihan bagi tenaga kerja baru, serta masih banyak perusahaan yang belum menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar,

Kerugian akibat mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri manufaktur pada tahun 2025 mencakup dampak finansial yang signifikan, konsekuensi hukum, penurunan produktivitas, dan yang paling parah, hilangnya nyawa atau cedera serius pada pekerja.

“Investasi di bidang K3 tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga produktivitas kerja dan mencegah kerugian ekonomi akibat kecelakaan, kita minta jelang bulan K3 Tahun 2025, Kadisnaker Sumut untuk mengumpulkan stake Holder K3,” ujarnya Jum’at (13/12/2025)

BACA SELENGKAPNYA:  Bahas Masjid Di Robohkan, Dihadapan Unsur Muspika Kecamatan Medan Kota, Prof. Efendi Barus, M.A., PH.D. Sebut ITM adalah ITBnya Sumut

Ia juga menyarankan agar pekerja aktif melaporkan potensi bahaya kerja kepada atasan atau pengawas K3 agar tindakan pencegahan bisa segera dilakukan.

Penutup
Dengan meningkatnya angka kecelakaan kerja di tahun 2025, pemerintah, perusahaan, dan pekerja diharapkan bisa lebih serius dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line
Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk
Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM
PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan
Di Pimpin Langsung Oleh Noor Alfi Pane AP, Lurah Madras Hulu GASPOL Di Taman Beringin Kota Medan
PT Hugo Terkesan Tak Gentar Dan Kebal Hukum, Disnaker Sumut dan Kejari Medan Di Duga “Kalah” Dengan Korporasi
Pemkab Tapteng Gandeng BRIN, Optimalkan Sektor Unggulan dan Revitalisasi Situs Bongal
“Illegal Logging” Dalam Kota, Di Duga Tak Miliki Dokumen AMDAL dan ANDAL Lalin, Rico Waas Tak Peduli Lingkungan, Korbankan Ribuan Pohon Demi Proyek BRT
Berita ini 17 kali dibaca

Baca Juga

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:53 WIB

Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:43 WIB

Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:53 WIB

Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:59 WIB

PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:26 WIB

Di Pimpin Langsung Oleh Noor Alfi Pane AP, Lurah Madras Hulu GASPOL Di Taman Beringin Kota Medan

Tajuk Populer