Bupati Tapteng Kunjungi Pengungsian Kebun Pisang, Negara Hadir untuk Warga Terdampak Banjir

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – BADIRI – Di tengah duka dan kelelahan para korban bencana alam banjir bandang dan longsor, kehadiran Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu,SH, MH, di Posko Pengungsian Terpadu Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, menjadi penguat semangat bagi ratusan warga yang terdampak bencana alam, pada Jumat (19/12/25).

Dengan penuh empati, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH menyapa satu per satu warga pengungsi yang kini harus bertahan di tenda darurat.

Bupati Tapteng memastikan Negara hadir untuk warga pengungsi dan penanganan masyarakat terdampak banjir harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan manusiawi, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar warga.

“Pemerintah hadir untuk bapak dan ibu semua. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak akan tinggal diam. Saya minta camat dan seluruh aparat desa benar-benar membantu masyarakat. Jangan biarkan warga berjuang sendiri,” tegas Masinton di hadapan para pengungsi.

Dalam kunjungannya, Bupati Tapteng juga menekankan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal, baik rumah yang rusak ringan, rusak sedang, rusak parah, hingga yang hanyut terbawa banjir.

Bupati Tapteng meminta data tersebut disusun secara akurat agar bantuan dan penanganan lanjutan dapat dilakukan dengan tepat sasaran.

“Kami sudah menyiapkan lahan hunian tetap untuk solusi ke depan. Bapak ibu harap bersabar. Pemerintah hadir dan bertanggung jawab membantu,” ujar Masinton, disambut haru para pengungsi.

Tak hanya soal tempat tinggal, Bupati Tapteng juga memastikan bahwa seluruh warga yang mengungsi tidak kekurangan makanan dan layanan kesehatan. Ia meminta petugas di lapangan memastikan dapur umum berfungsi optimal serta pelayanan medis berjalan tanpa hambatan.

Sementara itu, Camat Badiri Ahmad Saufi Pasaribu, S.Kom, M.Kom, menjelaskan bahwa pos pengungsian terpadu Kebun Pisang telah dilengkapi sarana dasar hasil kolaborasi Caritas Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

BACA SELENGKAPNYA:  Selamatkan Sungai Dari Penyempitan, DPRD Medan Di Minta Gunakan Hak Interpelasi Atas "Diamnya" Walikota Terhadap J City Dan City View

Sebanyak 119 tenda ukuran 4×4 meter telah didirikan, ditambah empat tenda besar yang difungsikan sebagai ruang belajar, pos kesehatan, dan dapur umum.

“Jumlah pengungsi di Pos Lapangan Pengungsian Terpadu Kebun Pisang saat ini mencapai 206 Kepala Keluarga dengan total 778 jiwa,” ungkap Ahmad Saufi Pasaribu.

Pengungsi tersebut berasal dari beberapa desa yang terdampak parah, yakni Desa Pagaran Honas sebanyak 142 KK atau 496 jiwa, Desa Lubuk Ampolu 9 KK atau 24 jiwa, Desa Kebun Pisang 30 KK atau 123 jiwa, serta pengungsi dari Desa Aek Bontar, Kecamatan Tukka, sebanyak 25 KK atau 135 jiwa.

Secara keseluruhan, total pengungsi yang tertampung di tenda terpadu Kebun Pisang mencapai 198 KK dengan 778 jiwa.

Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, kunjungan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH, membawa harapan baru bagi para korban. Pesan yang disampaikannya sederhana namun penuh makna, negara hadir, masyarakat tidak sendiri, dan masa depan akan dibangun kembali bersama.

#TaptengBangkit

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Tuntaskan Penanganan Bencana 2025, Pemkab Tapanuli Tengah Menggelar Rapat Koordinasi Perpanjangan Masa Transisi Bencana ke Pemulihan
Tren Korupsi Dan Keracunan, Ribuan SPPG di Sumut Belum Bersertifikat Higienis Syarat Keamanan Pangan Dan Tak Miliki IPAL
Viral PMI Di Siksa, DPN Bawa Keranda Mayat ke Konjen Malaysia, Gubsu Di Minta Evaluasi PJTKI Terkait K3 PMI
Tokoh Masyarakat Medan Maimun Minta Copot Efrin Lurah Aur Karena Kerap Minta “Uang Samping” Kepada Kepling
Sosper Wasbang Pancasila Minta Ditiadakan Karena Ketua DPRD Kota Medan Menyakiti Rakyat Dan Menghamburkan Uang Rakyat
Panglong Pabrik Tenun Lakukan Pelanggaran Perda, FOR AKBAR Sumut Minta Pemko Medan Lakukan Tindakan Tegas, Sebut Tak Ada Yang Kebal Hukum
Terkait P3K Di Alihkan Jadi Outsourcing, AMPIBI Datangi DPRD Medan Dan Pemko Medan, SIap Gelar Pelatihan Kerenagakerjaan
AMPIBI Keluhkan Lift Balai Kota Yang Rusak Di Saat Polrestabes Medan Dapat Bantuan Anggaran Rp 10 Miliar Dari Pemko Medan

Baca Juga

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:36 WIB

Tuntaskan Penanganan Bencana 2025, Pemkab Tapanuli Tengah Menggelar Rapat Koordinasi Perpanjangan Masa Transisi Bencana ke Pemulihan

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24 WIB

Tren Korupsi Dan Keracunan, Ribuan SPPG di Sumut Belum Bersertifikat Higienis Syarat Keamanan Pangan Dan Tak Miliki IPAL

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:56 WIB

Viral PMI Di Siksa, DPN Bawa Keranda Mayat ke Konjen Malaysia, Gubsu Di Minta Evaluasi PJTKI Terkait K3 PMI

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:21 WIB

Tokoh Masyarakat Medan Maimun Minta Copot Efrin Lurah Aur Karena Kerap Minta “Uang Samping” Kepada Kepling

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:14 WIB

Sosper Wasbang Pancasila Minta Ditiadakan Karena Ketua DPRD Kota Medan Menyakiti Rakyat Dan Menghamburkan Uang Rakyat

Tajuk Populer