Bertahan di Atas Puing Garoga, Bahri Sinaga dan Luka yang Belum Sembuh

- Reporter

Jumat, 26 Desember 2025 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapsel (Sumut) – Garoga-Tapanuli Selatan Bahri Sinaga tidak lagi muda, namun hidup memaksanya kembali memulai dari nol. Warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara ini menjadi salah satu penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada 25 November 2025. Bencana itu merenggut puluhan nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi warga yang selamat.

Siang itu cuaca tampak cerah, namun tatapan Bahri kosong. Ia bersandar pada sebatang kayu yang masih berdiri di antara ribuan kubik kayu berserakan sisa terjangan banjir bandang akibat hujan deras yang meluluhlantakkan desa mereka.

Ia menatap tumpukan batang kayu yang kini menjadi saksi bisu ketika Sungai Garoga meluap, menyapu rumah-rumah warga beserta seluruh harta benda tanpa ampun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamis (25/12/2025), Bahri menyantap nasi bungkus pemberian relawan dan warga yang datang berdonasi. Wajahnya tampak letih, kata-kata nyaris tidak keluar dari bibirnya karena yang tersisa hanyalah bayang-bayang peristiwa bencana yang terus berputar dalam benaknya.

“Sulit melupakan kejadian itu,” ujarnya lirih.

Rumahnya di Desa Huta Godang tidak lagi berbekas, digerus arus banjir dan longsor karena yang tersisa hanyalah lantai rumah dan pakaian yang melekat di tubuhnya saat berusaha menyelamatkan diri.

Kehilangan tempat tinggal bukan satu-satunya beban yang harus ia tanggung. Bahri adalah seorang montir kendaraan bermotor. Bengkel kecil dan seluruh peralatan kerjanya sumber penghidupan keluarganya tidak mampu bertahan dari terjangan air, lumpur, dan kayu-kayu besar yang hanyut.

Kini, bersama istrinya, Bahri sementara tinggal di posko pengungsian Puskesmas Batang Toru, berjarak lebih dari lima kilometer dari kampung halamannya. Hari-harinya diisi dengan menunggu, tanpa kepastian arah masa depan, sembari sesekali menatap puing-puing rumah yang kini hanya tinggal kenangan.

Baca Juga :  Akses Jalan Kelurahan Nauli Ke Lobusikkam Kecamatan Sitahuis Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

Hidup rasanya mengambang. Tidak punya apa-apa,” katanya sambil menggenggam nasi yang ia santap.

Meski demikian, tekadnya belum sepenuhnya padam karena ia ingin bangkit, demi menyambung hidup bersama istri dan anak-anaknya, meski belum tahu harus memulai dari mana.

Kisah Bahri bukan satu-satunya di Garoga. Sebab banyak penyintas lain mengalami nasib serupa seperti kehilangan rumah, pekerjaan, dan pegangan hidup karena mereka kini diliputi kebimbangan, tidak tahu ke mana harus melangkah dan bagaimana memulai kembali kehidupan yang runtuh seketika.

Di tengah puing-puing dan trauma yang belum sembuh, harapan itu masih ada, menunggu uluran tangan dan perhatian nyata dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

“Kami mohon perhatian,” ucap Bahri pelan, mewakili suara para penyintas yang hingga kini bertahan di atas sisa-sisa kehidupan mereka.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir
Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya
DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup
Bupati Tapteng Lakukan Groundbreaking Pembangunan SPAM Aek Sipan dan Hutagurgur
Pulang Mabuk Berujung Pidana: Suami di Badiri Tega Cekik Istri dan Pukul Tante Hingga Pingsan
Pemkab Tapteng Terima Bantuan Kemanusiaan dari PT ASTRA Internasional untuk korban Bencana
H-18 Idulfitri, 204 Huntara di Pante Labu Belum Rampung: Warga Tiga Bulan Bertahan di Tenda, Pangan Kian Kritis
Wow!!! Tambang Emas Ilegal Masih Ada Beroperasi Di Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:51 WIB

Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:53 WIB

Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:35 WIB

DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:36 WIB

Bupati Tapteng Lakukan Groundbreaking Pembangunan SPAM Aek Sipan dan Hutagurgur

Senin, 9 Maret 2026 - 08:53 WIB

Pulang Mabuk Berujung Pidana: Suami di Badiri Tega Cekik Istri dan Pukul Tante Hingga Pingsan

Berita Terbaru