Pemkab Tapteng Bantah Isu Bupati Tapteng Usir Pengungsi di GOR Pandan

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – PANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) membantah tegas informasi yang beredar di media sosial melalui sebuah video yang menyebutkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH, mengusir para pengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Tapteng Basyri Nasution, SP, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Jonnedy Marbun S. Pd, MM, Plt. Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati Simanullang, SE., MM, bertempat di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapteng, Senin (12/1/2025).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tapanuli Tengah Basyri Nasution, SP menegaskan, Bupati Tapteng tidak pernah mengusir pengungsi. Ia meminta masyarakat, khususnya para pengungsi, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Basyri Nasution, SP.

“Terkait pernyataan dalam video yang beredar itu tidak benar. Bupati tidak pernah mengusir pengungsi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Basyri menjelaskan, beberapa hari sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menerima informasi adanya warga yang mengungsi di GOR Pandan, namun ternyata tidak terdampak bencana. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Tapteng melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Lurah setempat.

Asisten Ekbang Setdakab Tapteng mengatakan, hasil pendataan menunjukkan memang ada beberapa keluarga yang tidak terdampak sama sekali. Setelah rumah mereka dibersihkan dan dinyatakan layak huni, sebagian dari mereka dikembalikan ke rumah masing-masing diberikan bantuan logistik berupa paket sembako.

Sementara itu, bagi pengungsi yang benar-benar terdampak dan masih tinggal di GOR Pandan, Pemkab Tapteng memastikan seluruh kebutuhan mereka tetap difasilitasi sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Sosial Tapteng Mariati Simanullang, SE., MM, juga membantah isu adanya makanan basi yang dikonsumsi pengungsi. Ia menegaskan bahwa Dapur Umum beroperasi sesuai standar dan diawasi secara ketat.

“Kami memasak tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore. Tidak ada makanan yang dimasak pagi untuk dimakan siang, atau siang untuk malam. Semua dimasak untuk sekali makan dan langsung dihabiskan,” terang Mariati.

Plt. Kadis Sosial Tapteng menambahkan, pihaknya rutin melakukan pemantauan dan monitoring proses memasak. Bahkan, makanan yang disajikan di Dapur Umum juga dikonsumsi oleh petugas dan pegawai dinas.

“Apa yang dimakan pengungsi, itu juga yang kami makan. Jadi tidak benar kalau ada isu nasi basi,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Jonnedy Marbun S. Pd, MM, turut menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sesuai fakta. Ia menyebutkan bahwa pemuda yang ada dalam video itu bahkan bukan pengungsi di GOR Pandan.

“Sejak awal bencana, kami melayani para pengungsi dengan baik tanpa membedakan siapa pun. Kami juga membuka ruang bagi warga yang ingin mengungsi, baik di GOR Pandan, di Kecamatan Tukka, maupun di Badiri,” ungkapnya.

Jonnedy Marbun menjelaskan, pemerintah tetap membuka posko pengungsian bagi warga terdampak, termasuk bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah kerabat dan ingin beralih ke lokasi pengungsian resmi, sembari menunggu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).

“Hingga saat ini, Pemkab Tapteng terus bekerja keras melakukan percepatan pemulihan pascabencana serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana,” pungkasnya.

#TaptengBangkit

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan
Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota
KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia
Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM
Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority
Pernyataan Sikap Dewan Peduli Negeri (DPN) Dan Organisasi Rakyat (ORI) Sumatera Utara
Forum Pedagang Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja Dirut PUD Pasar Medan
Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota, DPRD Di Minta Gelar RDP Dan Satpol PP Di Minta Segel Dan Bongkar

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WIB

Hadiri Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership Bupati Tapanuli Tengah: Apresiasi Kontribusi Nyata di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Manajemen Kebencanaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kolega Akan Gelar Aksi Demo Bersama Warga Terkait Pemilik Bangunan Jalan Jati II Tak Hargai Surat Himbauan Camat Medan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 21:16 WIB

KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:58 WIB

Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority

Tajuk Populer