Meski begitu, jika nanti Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tidak juga turun ke Jermal, rencana gerakan massa yang lebih besar tetap akan dilaksanakan untuk meruntuhkan barak-barak Narkoba di Jermal, khususnya Manunggal IV, lalu pintu II Selambo serta kediaman bandar Narkoba Jermal.
Soal adanya ancaman pasal kerusuhan, tentu mereka sudah mempertimbangkan hal tersebut. Mengingat lambannya aparat penegak hukum menangkap bandar besar Narkoba Jermal dan persiapan mereka untuk menerapkan pasal secara tidak bijak maka sudah dipastikan oknum-oknum itulah diantara beberapa pihak yang melindungi bandar Narkoba Jermal selama ini.
“Sudah kita persiapkan hal terburuk. Tapi ini demi memberantas Narkoba Jermal. Kami siap untuk perang. Jika penegak hukum tidak mampu, jangan halangi. Kalau menghalangi berarti ikut melindungi Narkoba,” tutupnya.
Untuk jadwal persis gerakan amukan massa ke bandar Narkoba Jermal ini, ia mengatakan masih belum bisa menyampaikannya secara terbuka agar mengantisipasi gerakan jaringan bandar Narkoba yang sudah menyusup di berbagai kalangan.**
Halaman : 1 2











