Medan Johor Banjir, Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya, Bertambah Harta Pejabatnya

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak belasan motor mogok karena menerobos banjir di Jalan Karya Jaya Medan Johor (Dok-Foto)

Tampak belasan motor mogok karena menerobos banjir di Jalan Karya Jaya Medan Johor (Dok-Foto)

Majalahceo id l Medan – Banjir kotanya lancar proyeknya bertambah harta pejabatnya adalah plesetan atau sindiran populer yang mengkritik paradoks pembangunan, di mana sebuah proyek infrastruktur (seperti jalan, rel, atau normalisasi) terus dikebut dan berjalan, namun di sisi lain justru menyebabkan atau memperparah masalah banjir di area sekitarnya akibat buruknya tata kelola saluran air.

Plesetan ini sering dipakai oleh warga untuk menyoroti masalah-masalah berikut:

Penggusuran Air Alami: Pembangunan fondasi atau turap proyek kerap mempersempit daerah aliran sungai (DAS) atau menutup saluran air warga.

Buruknya Drainase: Proyek besar tidak dibarengi dengan sistem pembuangan air sementara yang memadai, sehingga air hujan menggenang dan membanjiri permukiman.

Kritik masyarakat terhadap pemerintah yang dinilai lebih fokus mengejar target penyelesaian konstruksi fisik daripada dampak lingkungan dan kenyamanan warga setempat.

Amatan awak media telah terjadi banjir di

Tampak belasan motor mogok karena menerobos banjir di Jalan Karya Jaya Medan Johor, Kamis (25/6/2026)

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, Buruknya tata kelola air memicu banjir karena air hujan tidak dapat terserap ke dalam tanah atau mengalir dengan lancar ke saluran pembuangan. Hal ini mengakibatkan penumpukan volume air berlebih yang akhirnya meluap dan menggenangi permukiman.

Berikut adalah berbagai dampak dan akibat spesifik dari tata kelola air yang buruk:

Sistem Drainase Tersumbat: Penumpukan sampah, lumpur, dan sedimen di saluran air atau selokan menghambat laju aliran, sehingga air dengan cepat meluap ke jalan dan permukiman.

Berkurangnya Area Resapan Air: Alih fungsi lahan, seperti betonisasi dan pengaspalan masif, menutup pori-pori tanah. Air hujan tidak dapat meresap secara alami dan berubah menjadi limpasan (run off) yang membebani sistem drainase.

BACA SELENGKAPNYA:  Hadiri Rapat Pengembangan Pertanian Berbasis AI, Bupati Tapanuli Tengah Harapkan Dukungan Pemerintah Pusat di Sektor Pertanian Pascabencana Alam

Kapasitas Sungai Menurun: Pembangunan permukiman di bantaran sungai mempersempit palung sungai. Selain itu, erosi dan sedimentasi yang tidak terkontrol mendangkalkan sungai, sehingga daya tampungnya berkurang drastis.

Alih Fungsi Kawasan Hijau: Perusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hilangnya vegetasi penahan air mengurangi daya dukung lingkungan dalam menahan air hujan.

Banjir Menggenang Lebih Lama: Pembuatan saluran yang tidak terintegrasi dengan baik (tanpa pembuangan akhir yang jelas) menyebabkan air menggenang dalam waktu lama dan memicu genangan berulang saat intensitas hujan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

BNI dan Asa yang Tak Boleh Patah di Pematangsiantar
Gelar Rakercab DPC Elang Mas Tahun 2026-203, Kota Sibolga Dengan 7 Point Program yang Akan Dijalankan
Ulang Tahun ke-7, Myesha Diajak Keliling Kota Naik Mobil Patroli Polres Kebumen
Polsek Cikalong Wetan Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Tingkat kan Kewaspadaan Lingkungan 
Bangun Kepercayaan Publik, DLH  Asahan Harus Transparan Dalam Penggunaan Retribusi Sampah
Komandan Permesta 57 Kota Medan Sebut Polda Riau “Masuk Angin” LP Jalan Di Tempat Pelaku TPPO Tak Di Tangkap
Tak Ramah Lingkungan Dan Biang Kemacetan Kota Medan, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Minta Tutup Sun Plaza
Kontraktor Stadion Teladan Abai K3, Penggemar Sepak Bola Trauma Kejadian Tragedi Kanjuruhan, DPN Surati PSSI Sumut
Berita ini 6 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:01 WIB

BNI dan Asa yang Tak Boleh Patah di Pematangsiantar

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:38 WIB

Gelar Rakercab DPC Elang Mas Tahun 2026-203, Kota Sibolga Dengan 7 Point Program yang Akan Dijalankan

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

Ulang Tahun ke-7, Myesha Diajak Keliling Kota Naik Mobil Patroli Polres Kebumen

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:44 WIB

Medan Johor Banjir, Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya, Bertambah Harta Pejabatnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:33 WIB

Bangun Kepercayaan Publik, DLH  Asahan Harus Transparan Dalam Penggunaan Retribusi Sampah

Tajuk Populer

pengamat koperasi sekaligus pakar ekonomi, Suroto (Dok-Foto)

Berita

BNI dan Asa yang Tak Boleh Patah di Pematangsiantar

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:01 WIB