Majalahceo.id l Medan – Warga Paya Geli mengucapkan terima kasih kepada Polsek Sunggal atas pemberantasan tindak pidana kriminal maling maupun narkoba.
Namun Polisi juga diminta membongkar sindikat jaringan maling hingga ke penadahnya karena penadah adalah ujung tombak ekonomi kejahatan, Tanpa adanya penadah, barang hasil curian tidak akan memiliki nilai ekonomi, sehingga sindikat maling kehilangan motif utama dan pasar untuk menjual barang-barang hasil kejahatan mereka.
Penadah adalah pembeli, penyimpan, atau penjual barang curian. Menangkap mereka akan memutus siklus peredaran barang ilegal dan mencegah maling terus beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penadah sering kali merupakan otak atau pemodal di balik layar yang mendikte komplotan maling mengenai jenis barang apa yang sedang dicari dan bernilai tinggi.
Dengan membongkar jaringan penadah, polisi dapat mengamankan dan mengembalikan ratusan barang bukti (seperti kendaraan bermotor atau ponsel) kepada pemilik aslinya secara massal.
Berdasarkan Informasi yang di himpun dalam melakukan aksinya, pelaku tidak segan segan melukai korban dengan cara melakukan penikaman atau pembacokan.
Awak media juga mendapatkan sejumlah photo Karangan bunga ucapan terima kasih kepada Polsek Sunggal dan photo pelaku maling.
Sebelumnya,, Seorang wanita paru baya bernama Wirman(63) harus menelan pil pahit setelah rumahnya di jalan Sei Mencirim Desa Paya Geli, Dusun II, Gang Masjid di bobol maling saat ia sedang berada di Jakarta.
Peristiwa itu terjadi ketika Wirman meninggalkan rumah selama sekitar satu bulan untuk tinggal bersama anaknya di Ibu kota. Sebelum berangkat, ia sempat menitipkan kunci rumah kepada tetangganya agar sesekali bisa mengecek keadaan.
Namun nasib berkata lain, saat masih di Jakarta, tetangganya memberi kabar Mengejutkan bahwa rumahnya di bobol orang tak di kenal (OTK).
“Saya langsung pulang, sampai di Medan malam hari, Begitu lihat rumah sudah berantakan, barang barang hampir semuanya hilang,’ ujar Wirman dengan nada sedih, Rabu (29/10/2026)
Dari hasil pemeriksaan pelaku di duga masuk dari pintu belakang berbahan besi yang di rusak paksa. Jendela kamar juga jebol dan jerjaknya di angkat.
Bukan hanya emas 65 Gram miliknya yang raib, tapi juga kulkas dua pintu, home theatre, peralatan masak stainless, sprei, bantal, hingga pakaian batik dan daster turut di gondol maling.
“Sudah kayak orang pindahan, kosong semua isi rumah,” ucapnya lirih.
Atas kejadian itu Wirma langsung melapor ke Polsek Sunggal agar pelaku segera di tangkap.
“Saya tidak terima, saya sudah lapor polisi supaya pelakunya di hukum,” tegasnya.
Kini kasus pembobolan rumah tersebut sedang dalam penyidikan aparat kepolisian.
















