Majalahceo.id l Medan – Kelurahan Petisah Tengah di Kota Medan mendapatkan bendera hitam, sebagai tanda menjadi juara pertama kelurahan terkotor di HUT Kota Medan Ke 436.
Rahmadsyah Warga Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan, Kota Medan meminta Walikota Medan mengganti lurah tersebut,
Rahmad menegaskan lurah yang mendapat bendera hitam merupakan contoh pemimpin yang buruk. Mereka tidak punya inovasi sehingga kelurahannya menjadi yang terkotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak mungkin mereka tidak bisa, karena lurah lainnya bisa, dari 151 kelurahan, kelurahan yang dapat bendera hitam ini bagi saya tidak ada ruang diskusi untuk ini, kecuali semuanya tidak bisa,” tegasnya dengan nada keras.
Menurut Rahmat, menjadi seorang pemimpin tidak hanya bekerja di belakang meja saja, namun harus turun ke lapangan melihat kondisi masyarakat dan lingkungannya.
Rahmat juga menjelaskan Lurah mendapatkan bendera hitam hampir seluruhnya memiliki kantor yang kotor, kalaupun kantornya bersih, namun lingkungannya yang kotor.
“Yang terendah itu, memang kita dapati kantornya kotor, kita lihat pemukimannya, drainasenya, jalan, masyarakat membuang sampah di drainase. Memang kita harapkan partisipasi masyarakat dalam penanganan kebersihan ini,” ungkapnya.
Dia berharap, sebagai kepala wilayah, para lurah harus sering turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat, bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun semua pihak, termasuk masyarakat.
“Lurah dan jajarannya di biaya APBD Ada Kutipan LPM di Kelurahan Petisah Tengah, ada juga Mandor, Pasukan Bestari dan Melati, P3SU, Armada Kebersihan juga ada, tapi mengapa Kelurahan Petisah Tengah mendapat Bendera Hitam sebagai Kelurahan Terkotor,” pungkasnya.











