Buruh Menjerit, Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI Ke -81, Nasib Puluhan Karyawan PT Hugo Makin Tak Jelas

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buruh Menjerit, Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI Ke -81, Nasib Puluhan Karyawan PT Hugo Makin Tak Jelas (Dok -Foto)

Buruh Menjerit, Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI Ke -81, Nasib Puluhan Karyawan PT Hugo Makin Tak Jelas (Dok -Foto)

Majalahceo.id l Medan – Dewan Peduli Negeri Menggelar Kegiatan HUT Kemerdekaan RI di di Badan Jalan Stadion Teladan.

Karyawan PT Hugo yang saat itu mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa Nasib PT Hugo semakin tidak jelas, karena hingga saat ini hak hak mereka tidak di bayarkan oleh PT Hugo.

“Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesianke – 81 ini Kami minta Bapak Presiden Prabowo mau mendengar jeritan hati kami suara buruh, tolong pak bantu kami, hingga saat ini kami tidak mendapat hak kami sebagai pekerja di PT Hugo,” ungkapnya, Senin (17/8/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, puluhan pekerja ramai-ramai mendatangi pabrik PT Hugo yang beralamat di Gang Ladang, Kota Medan, untuk menuntut kepastian status pekerjaan mereka di tengah persoalan tunggakan gaji yang disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Kedatangan para pekerja bukan tanpa alasan. Mereka mengaku sudah terlalu lama berada dalam situasi yang tidak menentu, tetap tercatat sebagai pekerja namun tanpa kepastian pembayaran upah dan kejelasan operasional perusahaan. Kondisi tersebut membuat para buruh merasa terkatung-katung tanpa arah, sementara kebutuhan hidup keluarga terus berjalan.

Di hadapan pihak perusahaan, para pekerja secara tegas meminta PT Hugo segera mengambil keputusan yang jelas terhadap nasib mereka. Bila perusahaan memang sudah tidak lagi mampu menjalankan operasional dan membayarkan kewajiban terhadap pekerja, maka pihak manajemen diminta untuk bersikap terbuka dan segera melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara resmi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jangan gantung nasib kami. Kalau memang perusahaan sudah tidak sanggup membayar gaji, sampaikan secara terbuka. Jangan biarkan kami terus menunggu tanpa kepastian. Kami punya keluarga yang harus diberi makan,” ujar salah seorang pekerja dengan nada kecewa.

BACA SELENGKAPNYA:  Plang Larangan Parkir Tapi Ada Mobil Parkir Dekat Cambridge, Ada Apa,? Dishub Kota Medan Dan Satlantas Lakukan Pembiaran

Para pekerja menilai, kondisi yang mereka alami saat ini merupakan bentuk ketidakpastian yang sangat merugikan buruh. Di satu sisi mereka masih dianggap sebagai karyawan, namun di sisi lain hak-hak mereka, terutama pembayaran gaji, tidak kunjung dipenuhi. Situasi ini disebut telah berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga para pekerja.

Sejumlah pekerja bahkan mengaku harus berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya sekolah anak, hingga memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Mereka mempertanyakan tanggung jawab perusahaan yang dinilai belum memberikan solusi konkret atas persoalan yang terjadi.

“Kami bukan tidak mau bekerja. Kami datang ke pabrik untuk menunjukkan itikad baik. Tapi sampai kapan kami harus bertahan kalau hak kami tidak dibayarkan? Kalau memang perusahaan tidak sanggup lagi, segera ambil keputusan resmi agar kami bisa mencari kepastian hidup,” ungkap pekerja lainnya.

Dalam aksi kedatangan tersebut, para pekerja juga meminta pihak PT Hugo tidak menghindar dari tanggung jawab hukum terhadap para karyawan. Mereka menegaskan bahwa apabila dilakukan PHK, maka perusahaan wajib memenuhi hak-hak normatif pekerja sebagaimana diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan, termasuk penyelesaian tunggakan upah dan kewajiban lainnya.

Tidak hanya kepada perusahaan, para pekerja juga mendesak Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara agar turun tangan secara serius untuk memediasi dan melakukan pengawasan terhadap persoalan yang menimpa pekerja PT Hugo. Menurut mereka, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan hidup banyak keluarga pekerja.

Para buruh berharap pemerintah hadir dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja yang selama ini merasa berada dalam posisi lemah di tengah ketidakpastian perusahaan.

“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta kejelasan dan hak kami sebagai pekerja. Jangan biarkan nasib kami digantung tanpa kepastian,” tegas salah seorang pekerja.

BACA SELENGKAPNYA:  Rasakan Penderitaan Rakyat, Rico Waas Di Minta Gelar Program Sapa Warga Bersama Warga Terdampak Tembok City View Di Kampung Baru, Medan Maimun

Hingga berita ini diterbitkan, pihak belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para pekerja maupun kepastian mengenai operasional perusahaan ke depan. Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar di kalangan pekerja mengenai komitmen perusahaan dalam menyelesaikan persoalan hak-hak karyawannya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Walikota Medan Dan APH Di Minta Periksa Galian APJATEL Abai K3 dan Meresahkan Warga di Jalan Sisingamangaraja Medan Kota
DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan
Kado Pahit HUT RI ke – 81, Warga Miskin Medan Area Pengupas Bawang Dengan Upah Rp 3500 per Kilogram Keluhkan Tak Pernah Dapat Bantuan Lansia
Keracunan di Berastagi Harus Menjadi Peringatan Bagi Kota Medan, Dinas Kesehatan Di Minta Bentuk Satgas Khusus Periksa SPPG
Rasakan Penderitaan Rakyat, Rico Waas Di Minta Gelar Program Sapa Warga Bersama Warga Terdampak Tembok City View Di Kampung Baru, Medan Maimun
Uang Punya Kuasa, Satpol PP Penegak Perda “Bungkam” Terkait Rekomendasi DPRD Medan Bongkar Tembok City View
Di Hari Kemerdekaan RI ke 81, Imigrasi Sumut Rampas Kemerdekaan Thariq Nabi Mangaratua Batubara, DPN Akan Gelar Aksi Demo
Selamatkan PAD Kota Medan Dari Kebocoran, Pansus PAD Dan Pemko Medan Jangan Tutup Mata Terkait Bangunan Di Duga Tanpa PBG di Jalan Meteorologi Raya

Baca Juga

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Buruh Menjerit, Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI Ke -81, Nasib Puluhan Karyawan PT Hugo Makin Tak Jelas

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Walikota Medan Dan APH Di Minta Periksa Galian APJATEL Abai K3 dan Meresahkan Warga di Jalan Sisingamangaraja Medan Kota

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:35 WIB

DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Kado Pahit HUT RI ke – 81, Warga Miskin Medan Area Pengupas Bawang Dengan Upah Rp 3500 per Kilogram Keluhkan Tak Pernah Dapat Bantuan Lansia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Keracunan di Berastagi Harus Menjadi Peringatan Bagi Kota Medan, Dinas Kesehatan Di Minta Bentuk Satgas Khusus Periksa SPPG

Tajuk Populer