Majalahceo.id l Medan – Klaim panitia bahwa sekitar 10 ribu pengunjung memadati Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 saat konser Raim Laode pada Sabtu malam (11/7), patut dipertanyakan.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial dan WhatsApp Grup (WAG) pada Sabtu malam (18/7/2026), panggung konser yang harusnya mampu menyedot kehadiran pengunjung, justru menjadikan PRSU bak ‘kuburan’. Suasananya jauh dari kesan penuh sesak seperti narasi dan foto yang diriliskan oleh Pemprov Sumut saat momen konser Raim Laode tersebut.
Dalam rekaman video tersebut, area depan panggung utama tampak masih dipenuhi ruang kosong. Penonton terlihat menyebar dan tidak berdesakan meski sedang ada artis yang menghibur. Sejumlah pengunjung tampak leluasa berpindah tempat tanpa hambatan.
Padahal narasi resmi Pemprov Sumut tersebut menyebut hujan tidak menyurutkan antusiasme masyarakat dan sekitar 10 ribu orang memadati kawasan PRSU hingga penghujung acara.
Panitia sebelumnya juga mengutip pernyataan Raim Laode yang mengapresiasi antusiasme warga Medan.
“Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan, mau ada hujan badai, kalau ingin berjumpa dia maju paling depan,” ujar Raim Laode.
Namun, pantauan visual dari video yang beredar dan disebut peristiwanya pada Jumat malam (17/7/2026), justru memunculkan pertanyaan mengenai metode penghitungan jumlah pengunjung yang disampaikan penyelenggara acara maupun pihak Pemprov Sumut.
Sebagaimana diketahui, sejak pembukaan PRSU 2026, sorotan terhadap rendahnya jumlah pengunjung memang terus bermunculan. Sejumlah pelaku UMKM mengaku penjualan belum sesuai harapan. Tingginya harga tiket masuk juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat minat masyarakat menurun dibanding penyelenggaraan PRSU pada tahun-tahun sebelumnya.











