MAJALAH CEO | SUKABUMI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi momentum penting untuk mempertegas peran pemuda dalam pembangunan daerah. Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan generasi muda yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Menurut Yandra, perjalanan panjang KNPI selama lebih dari lima dekade menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan tersebut masih memiliki posisi strategis dalam mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, KNPI harus mampu hadir dengan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di usia ke-53 tahun ini, KNPI harus semakin dekat dengan kebutuhan pemuda. Kami ingin memastikan organisasi ini menjadi wadah yang mampu memberikan solusi, peluang, dan harapan bagi generasi muda Sukabumi,” ujarnya.
Fokus Tingkatkan Kualitas Pemuda
Sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pendataan pemuda secara menyeluruh hingga tingkat desa dan kecamatan. Program tersebut melibatkan pengurus KNPI di tingkat kecamatan serta unsur Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi pemuda di lapangan.
Yandra menjelaskan bahwa data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran, terutama bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan maupun akses terhadap pengembangan keterampilan.
Dorong Regulasi dan Kemandirian Ekonomi
Selain fokus pada pembangunan kapasitas pemuda, KNPI Kabupaten Sukabumi juga mendorong lahirnya regulasi yang lebih kuat melalui penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Kepemudaan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah yang telah ada.
Menurut Yandra, keberadaan aturan teknis tersebut sangat penting agar berbagai program kepemudaan dapat berjalan lebih efektif dan memiliki landasan yang jelas.
Di bidang ekonomi, KNPI terus mengembangkan program KNPI Preneurs, yaitu gerakan pemberdayaan pemuda melalui penguatan sektor kewirausahaan. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang mandiri dan mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Pemuda harus berani berinovasi dan menciptakan peluang. Melalui KNPI Preneurs, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Bentuk Satgas Pemuda Anti-Narkoba
Tingginya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian serius DPD KNPI Kabupaten Sukabumi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, KNPI membentuk Satgas Pemuda Anti-Narkoba yang akan bekerja sama dengan Satresnarkoba Polres Sukabumi.
Keberadaan satgas tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus menjadi sarana penghubung antara masyarakat dengan aparat penegak hukum dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Yandra menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda.
“Kami ingin pemuda menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. Edukasi, pengawasan, dan keberanian melaporkan peredaran narkotika menjadi langkah penting yang harus dilakukan bersama,” tegasnya.
Minta Pengedar Ditindak Tegas dan Korban Direhabilitasi
Dalam kesempatan tersebut, Yandra juga menyoroti pentingnya pendekatan yang berimbang dalam penanganan kasus narkoba. Ia menilai aparat penegak hukum perlu lebih fokus membongkar jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya, sementara para pengguna yang menjadi korban penyalahgunaan harus mendapatkan kesempatan untuk pulih melalui rehabilitasi.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menghadirkan fasilitas rehabilitasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal.
“Korban penyalahgunaan narkoba membutuhkan bantuan dan pendampingan agar bisa kembali menjalani kehidupan yang normal. Sebaliknya, para bandar dan pengedar harus mendapatkan tindakan hukum yang tegas agar peredaran narkoba dapat ditekan,” pungkasnya.
Melalui semangat HUT KNPI ke-53, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi agen perubahan menuju Sukabumi yang lebih maju dan Indonesia Emas 2045.***











