MajalahCeo.id | Asahan – Ditengah gencarnya pemerintah pusat saat ini menggalakkan efisiensi anggaran, sorotan tajam tertuju pada anggaran yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Asahan tahun anggaran 2026.
Pasalnya, anggaran untuk sejumlah paket / kegiatan yang bersumber dari dari APBD tahun 2026 di instansi yang dipimpin oleh dr Hari Sapna M.K.M tersebut terbilang fantastis.
Berdasarkan data yang diperoleh dari laman Sistem Informasi Rencana Umum (SIRUP), tercatat sejumlah transaksi belanja dengan nilai fantastis seperti:
1.Paket belanja bahan lainnya dengan uraian pekerjaan Cartridge TCM dan spesifikasi pekerjaan Cepheid Xpart MTB / RIF Assey Kit dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.007.375.000 .
2.Paket BMHP dengan spesifikasi pekerjaan BMHP pelayanan kesehatan dasar dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.000.000.000
3.Belanja bahan lainnya dengan uraian pekerjaan belanja Reagen Sanitarian KIT dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.350.090.000.
Angka-angka itu sudah tentu akan menimbulkan pertanyaan terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi antara kebijakan pemerintah pusat dengan realita di Kabupaten Asahan.
“Disaat efisiensi dan kondisi sulit seperti saat ini, sejumlah kegiatan di Dinas Kesehatan Asahan tahun anggaran 2026 justru sangat besar. Ini tentu tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat,” ujar Rizki Aditya didampingi sejumlah aktivis lainnya saat ditemui di salah satu cafe di Kota Kisaran, Rabu (12/8/2026).
Publik, lanjut mereka, berharap adanya transparansi dan penjelasan yang memadai dari pihak Dinas Kesehatan Asahan agar tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Hari Sapna M.K.M maupun Sekretaris, Fahrizal Pohan terkesan enggan memberikan komentar terkait persoalan tersebut.***
Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow