MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, S.H, , pada Jumat, 11 September 2026 turun langsung meninjau kondisi wilayah yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Peninjauan ini dilakukan guna melihat secara langsung kondisi tanggul dan aliran sungai yang terdampak, mendengarkan keluhan masyarakat, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat hingga permanen berjalan optimal untuk meminimalkan risiko banjir susulan.
Dalam keterangannya di lokasi, Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa banjir terjadi pada malam sebelumnya, 10 September 2026 setelah diguyur hujan deras dengan debit air yang sangat tinggi. Kondisi ekstrem tersebut menyebabkan tanggul di Lingkungan I Kelurahan Hutanabolon jebol dan air meluap merendam permukiman warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang terjadi malam tadi adalah jebolnya tanggul akibat debit air yang sangat tinggi. Kita turun langsung untuk melihat kondisi dan memastikan masyarakat terlindungi,” kata Masinton.
Sebagai langkah respons cepat, penanganan darurat saat ini difokuskan pada pemasangan karung jumbo (jumbo bag) sebagai penahan sementara di sejumlah titik rawan. Langkah taktis ini dilakukan sembari mempersiapkan penanganan permanen yang meliputi pembangunan sabodam dan dinding penahan (retaining wall).
Pekerjaan di lapangan turut melibatkan PT Wijaya Karya (WIKA) bersama unsur terkait lainnya. Meskipun beberapa titik telah berhasil diperbaiki, kondisi cuaca yang masih sering hujan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengerjaan di sejumlah lokasi.
Bupati Masinton mengungkapkan bahwa persoalan banjir di wilayah ini tidak terlepas dari faktor kondisi sabodam yang belum sepenuhnya rampung serta tingginya debit air akibat cuaca ekstrem. Pada kesempatan tersebut, ia juga secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil batu dari bagian tanggul atau tebing yang berfungsi sebagai struktur penahan.
“Masyarakat kita imbau jangan mengambil batu dari tanggul atau tebing yang berfungsi menahan pasir dan aliran air. Kalau mengambil batu, jangan dari struktur penahan. Ini menyangkut keselamatan kita bersama,” tegasnya.
Menurutnya, pengambilan material dari struktur penahan dapat melemahkan kekuatan tanggul dan memperbesar risiko kerusakan saat debit air sungai kembali meningkat.
Selain meninjau fisik tanggul, Bupati Masinton juga mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan warga Hutanabolon yang kerap terdampak banjir. Masalah sedimentasi yang terbawa aliran air turut menjadi catatan penting yang membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.
Pemkab Tapanuli Tengah, lanjut Bupati, terus berkomitmen melakukan mitigasi maksimal demi melindungi keselamatan warga.
“Kita terus berupaya menjaga masyarakat agar jangan sampai terkena banjir. Kasihan masyarakat yang terus mengalami kondisi seperti ini. Mudah-mudahan masyarakat tetap kuat dan kita bersama-sama menghadapi kondisi ini,” ungkapnya.
Bupati Tapanuli Tengah menekankan bahwa penanganan banjir di wilayah ini memerlukan sinergi dan koordinasi lintas sektor yang kuat, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Kementerian Pekerjaan Umum, balai teknis terkait, hingga pihak kontraktor dan operator pelaksana di lapangan. Dorongan percepatan penanganan terus diintensifkan melalui komunikasi aktif dengan pemerintah pusat dan provinsi agar proyek pengendalian banjir dapat segera tuntas.
Turut mendampingi Bupati Tapanuli Tengah dalam peninjauan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tapanuli Tengah, para Pimpinan OPD, Lurah Hutanabolon, perwakilan PT Wijaya Karya (WIKA), serta masyarakat setempat.

















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.