Majalahceo.id l Medan – Berdasarkan Informasi yang di himpun awak Media, Vendor Satpam Disdik Sumut adalah PT BWG (Berkah Wira Garuda) yang pemiliknya adalah Febriansyah Lubis yang juga Ketum Ikatan Alumni SMAN 1 Plus Matauli.
Selain Ketum Alumni SMAN 1 Plus Matauli, Febriansyah Lubis juga Ketum BPD Abujapi Sumut (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia Sumatera Utara)
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Febriansyah Lubis juga dekat dengan Topan Ginting dan Afif Abdillah Ketua Nasdem Kota Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan beredar Khabar tempat pelatihan satpamnya di duga pernah di gerebek KPK kasus Topan Ginting.
Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara mengatakan dirinya sangat menyayangkam Febriansyah Lubis orang yang sudah banyak dekat sama Pejabat di Sumatera Utara tapi membiarkan Represifitas Satpam terhadap aktifis buruh perempuan sampai masuk ke Rumah Sakit saat demo di Dinas Pendidikan Sumatera Utara.
“Satpam itukan Vendornya BWG yang Febriansyah Lubis, apa mereka tidak pernah di latih bagaimana Pam Unras apalagi beliau juga Ketua ABUJAPI Sumut,” ungkapnya
Rahmad juga mengatakan Febriansyah Lubis harus bertanggung jawab atas kejadian Represifitas Satpam BWG kepada aktifis buruh perempuan sampai masuk Rumah Sakit.
“Jangan mentang mentang dekat dengan pejabat terus suka hati dia memperlakukan aktifis buruh perempuan dan tak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” katanya.
Lanjut Rahmad mengatakan bahwa dirinya meminta Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Tenaga Kerja memeriksa Vendor tersebut, kalau terbukti menyalahi regulasi maka harus di beri sangsi bahkan di pidana.
“Tak ada yang kebal hukum, hukum adalah panglima, Febriansyah Lubis harus mempertanggung jawabkan kejadian Represifitas Satpam BWG kepada aktifis perempuan buruh hingga masuk rumah sakit saat unjuk rasa di Dinas Pendidikan Sumatera Utara,” pungkasnya.
Awak media mencoba melakukan konfirmasi terhadap Febriansyah Lubis namun tidak bisa di hubungi.
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak medi, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Kepolisian Daerah rutin menggelar atau mengawasi pembinaan dan pelatihan bagi anggota Satuan Pengamanan (Satpam) untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka, termasuk dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa atau demonstrasi di lingkungan kerja tempat mereka bertugas.
Terdapat poin-poin penting serta garis besar materi yang ditekankan oleh Dirbinmas dalam pelatihan Satpam terkait penanganan unjuk rasa:
1.Peran dan Kode Etik Satpam Saat Unjuk Rasa
Netralitas Profesi: Dirbinmas selalu menekankan bahwa Satpam adalah pengemban fungsi kepolisian terbatas.
Satpam dilarang keras terlibat langsung dalam aksi unjuk rasa atau menjadi pimpinan serikat pekerja yang menggerakkan demonstrasi di tempatnya bekerja karena hal tersebut bertentangan dengan tugas pokok fungsi (tupoksi) pengamanan.
Fokus pada Pengamanan Aset: Tugas utama Satpam saat terjadi unjuk rasa adalah mengamankan aset perusahaan/instansi, melindungi keselamatan karyawan/pimpinan, dan mencegah terjadinya tindakan anarkis atau perusakan fasilitas.
2.Kompetensi Kesiapsiagaan yang Dilatih
Dalam menghadapi unjuk rasa, Satpam dibekali dengan beberapa keterampilan strategis yang diawasi oleh Binmas:
Manajemen Konflik dan Negosiasi: Melatih Satpam agar mampu berkomunikasi dengan tenang dan persuasif untuk meredam ketegangan sebelum bantuan dari Polri tiba.
Standar Operasional Prosedur (SOP) Tanggap Darurat: Menyusun dan mempraktikkan langkah-langkah evakuasi, penutupan akses gerbang utama (skenario lockdown), serta koordinasi jalur penyelamatan.Kemampuan Fisik dan Bela Diri:
Penguatan fisik dan penggunaan peralatan taktis dasar (seperti tongkat dan borgol) untuk pertahanan diri dan penanganan awal huru-hara secara terbatas.
3.Alur Koordinasi dengan PolriSatpam dilatih untuk segera melakukan tindakan pertama di tempat kejadian (TPTK) dan langsung menghubungi satuan kepolisian terdekat (Polsek/Polres) melalui Satbinmas jika eskalasi massa mulai tidak kondusif atau menjurus anarkis.
Satpam berfungsi sebagai mitra strategis awal sebelum personel dalmas (pengendali massa) Polri mengambil alih situasi
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.