MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Sibolga — Akses jalan masyarakat di Jalan Sudirman Atas (kawasan TPA), Lingkungan III. Kelurahan Huta Barangan, Kecamatan Sibolga Utara kini berubah menjadi jalur maut bagi pengendara, Roda dua juga roda tiga maupun kendaraan lain yang melintas di daerah tersebut, senin 19 oktober 2026.
Proyek pengerjaan infrastruktur milik pemerintah yang saat ini tengah berjalan diduga kuat abai terhadap keselamatan warga, kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas lokasi tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Lereng tanah merah dikeruk secara masif oleh deretan alat berat (excavator), namun material tanah dan pasir dibiarkan berceceran ke badan jalan, tanpa ada upaya pembersihan yang layak. Ketika hujan turun, jalan utama berubah menjadi kubangan lumpur yang sangat licin, Dimusim kemarau jadi mengandung debu, Kini nyawa masyarakat. Seperti Tidak Berharga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendaraan truk bertubuh besar milik proyek bebas keluar masuk tanpa memedulikan dampak lingkungan di sekitarnya. Akibat ceceran pasir dan lumpur tebal, sudah berulang kali terjadi kecelakaan lalu lintas di mana pengendara sepeda motor tergelincir dan terjatuh. Dijalan sudirman yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga, kini justru menjadi momok yang menakutkan bagi siapa saja yang lewat.
Masyarakat menduga keras pihak kontraktor pelaksana proyek pemerintah ini hanya mengejar target keuntungan dan penyelesaian pekerjaan, tanpa menerapkan SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta manajemen dampak lingkungan yang benar.
Mengapa jalanan yang dipenuhi lumpur berbahaya tidak disiram dan dibersihkan secara berkala. Mengapa tidak ada petugas yang disiagakan untuk mengatur lalu lintas truk agar tidak membahayakan warga.
Kini Jeritan Warga Kepada Walikota Sibolga dan Gubernur Bobby Nasution
melalui unggahan ini masyarakat. Lingkungan III Huta Barangan dan seluruh pengguna jalan mendesak keras kepada.
Bapak Walikota Sibolga agar segera menurunkan tim dinas terkait untuk menegur dan memberikan sanksi tegas kepada pengawas lapangan proyek.
Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar segera turun tangan mengevaluasi kinerja kontraktor yang memegang proyek pemerintah ini.
Jangan tunggu sampai ada korban jiwa atau luka parah yang lebih banyak baru pemerintah sibuk berbenah. Proyek pembangunan infrastruktur ditujukan untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah menyengsarakan dan mengancam keselamatan nyawa masyarakat demi. Ego, Proyek.
Semoga didengar oleh para pemangku kebijakan di Kota Sibolga dan Provinsi Sumatera Utara.

















Komentar